Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

Lirik Tuhan Jesus Siparmahan "Keluarkan" Abraham Purba dari Rumah Sakit Setelah Setahun di ICCU

- Minggu, 21 Mei 2017 19:49 WIB
1.046 view
Jakarta (SIB)- Abraham Lukti Gregori Purba merasakan, lirik lagu Tuhan Jesus Siparmahan memiliki kekuatan profetik pada pribadinya. Satu yang paling besar dialaminya, kidung tersebut mengeluarkannya dari rumah sakit setelah setahun lebih berada di ruang ICCU Paviliun Kencana RSU Cipto Mangunkusumo Jakarta. "Banyak lagi, tapi karena secara turun-temurun dinyanyikan, jadi hapal dan melekat," ujarnya didampingi orangtuanya, Kamis (18/5).

Banyak lagi lagu rohani yang memberi kekuatan fisiknya. Termasuk Tuhan Pasti Sanggup yang pertama kali dipopulerkan Maria Shandi. "Tetapi saat dibawakan Mike Mohede, lebih mengena ke saya," ceritanya.

Abraham menderita penyakit langka, auto imun yang menyerang otaknya. Yang menderanya sama seperti dialami Susannah Cahalan. Jurnalis New York Post itu menulis perjalanannya melawan penyakit di Brain on Fire. Dalam masa perawatan, Abraham dipastikan  dalam kondisi bawah sadar. "Tetapi, saya merasa bernyanyi dan minta pertolonganNya," kenangnya.

Lahir di Jakarta pada 12 Maret 1998. Menimba ilmu di SD Tarakanita 2 dan SMP Tarakanita 1. Ketika berada di kelas tiga, sepulang gereja, tiba-tiba tubuhnya kejang-kejang. Setelah mendapat perobatan dan pulang ke rumah, Selasa - dua hari setelah kejadian pertama - kejang-kejang lagi. Di kejadian kedua, terjadi perubahan. Pada Kamis, perubahan tersebut terasa sekali hingga Abraham harus dirawat intensif, sampai harus dibawa ke dokter jiwa.

Sejak saat itu, kesadaran Abraham drastis turun hingga harus dirawat intensif di ICCU. Kejadian kejang pertama pada 14 Oktober 2012 hingga setahun dirawat dengan pengawasan tim dokter ahli selama 24 jam sehari. Kadang, karena kehilangan kesadaran itu, apa pun dilakukan Abraham. Mulai dari meronta hingga gerakan ekstrim. Bahkan tulang kakinya sampai patah dan bernafas dari tenggorokan. Masuk ICCU 25 Oktober 2012 dan keluar dari ruangan khusus itu pada 11 Maret 2014. Proses penyembuhan dilakukan dengan terapi. Ketika dinyatakan sembuh purna, Abraham mulai sekolah di Jakarta Emerald School - melanjutkan pendidikan yang tertunda - pada Agustus 2016. Hanya sedikit orang yang menderita penyakit seperti itu di dunia ini dapat tertolong. "Inilah kehidupan terberkati tersebut," kenang Abraham atas kejadian profetik tersebut.

Mujizat lain terus menggenapi apa yang sudah diterimanya sebelumnya. "Saya merasa dituntunNya. Itulah yang membuat saya tetap berpegang padaNya, melalui kidung dan nats," ujarnya.

Dari semua kidung rohani yang menjadi bagian dari nafas kehidupannya, dua lagu tersebut di atas sangat membekas. Nats yang memberi kekuatan padanya adalah Yohanes 3:36, Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya. "Saya percaya," tegas Abraham.

Mulai aktif di pendidikan formal pun membawakan pada aktivitas yang menjadi hobinya, mulai basket hingga sepak bola. Itu sebabnya Abraham mengagumi pribadi Lebron James dan Lionel Messi. "Keduanya cukup besar di muka bumi tapi tetap berpegang padaNya," ujarnya.

Kini, Abraham menjadi bagian dari kesaksian mujizatNya di Gereja Duta Injil BIP Jakarta. (T/R10/f)





SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru