Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026
RENUNGAN

Allah Menghibur dan Menguatkan Hatimu

* (2 Tessalonika 2 : 16-17) Oleh, Pdt. Sunggul Pasaribu, M.Pdk
- Minggu, 09 Juli 2017 19:09 WIB
9.190 view
Allah Menghibur dan Menguatkan Hatimu
Pdt. Sunggu Pasaribu, STh, M.Pdk
Apakah respon yang ada dalam pikiran saudara apabila tiba-tiba ada seseorang datang memperkenalkan dua orang anaknya kepada anda? Kedatangan mereka dengan pakaian compang camping, rambut mereka tidak disisir rapi, tidak memakai sepatu, dan kukunya kotor, wajahnya terlihat sembab dan kusam. Tentu saja tampang kedua anak ini seperti anak orang miskin bukan.? Tahukah anda bahwa kemiskinan yang tampak pada anak-anak tersebut secara tidak langsung juga mencerminkan kondisi ayah mereka.

Demikian juga, saat kita menjalani kehidupan dengan mentalitas kemiskinan, itu tidak memuliakan Tuhan. Itu tidak menghormati nama-Nya yang besar. Tuhan tidak senang saat kita terseok-seok menjalani kehidupan. Tuhan senang jika kita membangun dan mengembangkan cara berpikir yang mensejahterakan, berkeadilan serta makmur. Bukankah Tuhan itu kaya dan kita adalah Ahli waris-Nya. Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita, kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik." (2 Tes 2:16-17).

Begitulah Paulus mendoakan jemaat Tesalonika agar tetap melakukan pekerjaan dengan baik, bijaksana dalam berkata-kata. Kesaksian dan pelayanan harus senantiasa berangkat dari karunia Kristus dan untuk kemuliaan-Nya. Jangan sampai jemaat menjadi sesat karena salah menghayati dan mengamalkan imannya.
 
Allah sungguh mengasihi kita, menganugerahi penghiburan abadi dan pengharapan baik, menghibur dan menguatkan hati kita dalam pekerjaan dan perkataan baik. Dengan kata lain kita semua dipanggil untuk senantiasa mengerjakan dan mengatakan apa yang baik tanpa takut dan tanpa gentar meskipun harus menghadapi tantangan, masalah dan hambatan.

Apa yang baik senantiasa berlaku umum atau universal, maka ketika kita mengerjakan atau mengatakan apa yang baik pasti akan memperoleh dukungan dari banyak orang yang berkehendak baik. Percayalah, mereka yang berkehendak baik lebih banyak daripada mereka yang berkehendak jahat.

Bila Tuhan menghibur dan menguatkan hati dan jiwa kita, mengapa manusia masih saja dihantui ketakutan, kekhawatiran? Allah tidak akan membiarkan kita berjalan sendiri, Allah tidak akan membiarkan musuh-musuhNya mencelakakan hambaNya.

Fakta sejarah yang dapat kita lihat sejak jaman Perjanjian Lama di mana Allah senantiasa setia menjaga, menyertai, membimbing, dan membawa mereka ke jalan kehidupan yang aman, tentram, dan penuh kasih karunia. Meskipun kenyataan yang dilakukan umatNya, bangsa israel seringkali mereka mendukakan hati Tuhan, seringkali mereka menduakan Tuhan, namun Tuhan tidak selamanya menaruh hukuman.

Paulus meminta jemaat Tesalonika untuk mengucapkan syukur atas keselamatan dan terlebih atas kemuliaan yang mereka terima dalam Kristus Yesus. Tidak ada hal lain yang lebih berharga dari kedua hal tersebut mengingat keadaan manusia yang secara logika sulit pulih (Roma 3:23) tetapi syukur kepada Allah sebab Dia menyelamatkan bukan dengan menggunakan logika atau akal ataupun daya upaya manusia tetapi semata-mata hanya kasih karuniaNya (Efesus 2:8) .

Rasul Paulus sangat mengharapkan jemaat Tesalonika sungguh-sungguh menyadari hal itu dan menjalani kehidupan yang berakar dan ber iman kepada Kristus. Dengan cara apa? Dalam 2 Tesalonika 2:15, Paulus memberikan nasihatnya agar jemaat Tesalonika beriman melalui hidup yang berdiri teguh dan berpegang pada ajaran-ajaran yang tidak lain adalah kebenaran Firman Tuhan yang mereka terima baik secara lisan maupun tertulis.  Hari ini, melalui nasihat rasul Paulus, Firman TUHAN kembali menguatkan kebenaran bahwa jika kita berdiri teguh dan berpegang pada FirmanNya maka Kristus akan menjadi sumber pengharapan, penghiburan sejati dan menjadi sumber datangnya segala hal yang baik bagi kita sehingga kita dimampukan untuk mengarungi kehidupan di dunia ini dengan penuh kemenangan.

Saudara-saudara seiman dalam Kristus Yesus.
Lepaskan dan buanglah segala khawatirmu, sebab kepastian dan jaminan dari Tuhan telah dinyatakanNya melalui Yesus Kristus yang telah menjadi keselamatan kita. Seperti Yesus melangkah pasti menghadapi seteru dunia sejak Ia lahir, melayani, menderita, disalibkan, mati, dan bangkit. Demikianlah kita sebagai orang percaya hendaknya tidak perlu takut, khawatir, kecut dan tawar hati meski berbagai gelombang dunia sedang mencobai kita. Penghiburan sejati telah hadir melalui Roh Tuhan yang memasuki setiap ruang, tempat, dan waktu. Percayalah. Amin.! (l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru