Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026
Jubileum 150 Tahun HKBP

Warga Masyarakat Pansurnapitu Taput Sangat Berharga di Hadapan Tuhan

* Gereja Diminta Perhatikan Pendidikan Anak
- Minggu, 09 Juli 2017 19:19 WIB
1.175 view
Warga Masyarakat Pansurnapitu Taput Sangat Berharga di Hadapan Tuhan
SIB/Dok
JUBILEUM 150 TAHUN : Sekjen HKBP Pdt David F Sibuea MTh D Min meneken prasasti Junelium 150 Tahun HKBP Pansurnapitu Taput, Minggu (25/6)
Tarutung (SIB) -Warga masyarakat di HKBP Pansurnapitu telah 150 tahun menerima pemberitaan firman Tuhan. Mereka merayakan jubileum yang dipimpin Sekjen HKBP Pdt David F Sibuea MTh DMin, Minggu (25/6) lalu. Dalam khotbahnya, Sekjen mengatakan, begitu berharganya warga masyarakat Pansurnapitu di hadapan Tuhan sampai keselamatan ke daerah itu.

Sekjen mengajak jemaat untuk merenungkan catatan sejarah itu, kematian dan kebangkitan-Nya membawa keselamatan sampai ke Pansurnapitu. Misionaris PH Johansen pada 1867 datang ke Pansurnapitu memberitakan Injil, bahkan meninggal dan dikuburkan di situ.

Mengutip Roma 6: 1-11, dalam khotbahnya Pdt David mengatakan ada tiga hal yang menjadi poin perenungan. Pertama, ia mengajak jemaat bersukacita atas perayaan ini terlebih dengan melibatkan peran Anak-anak Sekolah Minggu. "Anak-anak Sekolah Minggu memiliki peran penting dalam gereja ini sebab merekalah yang akan berjubileum selanjutnya," ujarnya.

Lebih lanjut juga, Sekjen meminta gereja memerhatikan anak-anak untuk dididik menjadi seorang Kristen, sehingga ketika mereka berada di desa maupun perantauan menjadi seorang Kristen di tengah berkembangnya zaman. "Menjadi Kristen Batak harus menunjukkan sifat seorang Kristen. Apabila berharga Kekristenan di Pansurnapitu ini, mari kita tunjukkan dengan memerhatikan anak-anak untuk dididik menjadi Kristen," tuturnya.

Terkait dengan pendidikan anak, ia mengatakan, seorang anak lebih meniru dan melihat sikap dari orang tuanya. "Anak menjadi bangga menjadi Kristen karena dia melihat sikap dan peran orang tuanya sebagai seorang Kristen sebab ia meniru dari orangtuanya," jelasnya.

Selain itu, ia menekankan, buah dari firman yang diterima oleh mereka harusnya berperilaku yang baik. Ia berharap, di manapun orang Batak ditempatkan menjadi garam dan terang di tengah pekerjaannya dan menjadi patriot bangsa. Ia mengatakan ini sebab sudah banyak perantau dari Pansurnapitu menduduki tempat-tempat strategis dalam pemerintahan.

"Apabila berharga kita di mata Tuhan, marilah kita hargai Kekristenan kita melalui sikap, perilaku dan tutur kata," tambahnya.

Kedua, ia menegaskan, jemaat HKBP Pansurnapitu sudah satu di dalam Kristus, juga di dalam kematian-Nya. Artinya, ada pengharapan di dalam Kristus.

Kesatuan di dalam Kristus juga harus menggambarkan kesatuan antara warga jemaat gereja dan yang ada di perantauan. Sekjen mengapresiasi buah dari kesatuan itu yaitu Rapat Besar di Desa Pansurnapitu. Rapat yang digagas oleh perantau ini mengagendakan respons mereka terhadap kemajuan zaman, terutama mempersiapkan warga masyarakat terlebih remaja dan pemuda.

"Apabila ada perantau yang sukses dari jemaat, jangan lupa memperhatikan saudara-saudara yang di desa ini terutama yang muda dalam bentuk beasiswa agar semakin pintar, dan begitu juga seterusnya," pesan Sekjen.

Ketiga, ia menjelaskan juga, seluruh jemaat HKBP Pansurnapitu hidup bersama-sama dengan Kristus. Ia mengingat tentang pindahnya seminari dari tempat itu ke Sipoholon. Namun, ia menekankan, kasih karunia Tuhan tidak pindah dari desa ini, bahkan kasih karunia-Nya bertambah sebab juga hadir di Sipoholon.

"Berkat atas kasih karunia Tuhan itu telah nyata oleh anak-anak Pansurnapitu yang menjadi sukses di perantauan," ujarnya. Taman Kanak-kanak PH Johannsen yang berada di kompleks gereja merupakan sumbangan dari Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI-AD Hinsa Siburian.

Sekjen mengapresiasi begitu luar biasanya peran para perantau kepada HKBP Pansurnapitu. Ia menutup khotbahnya hari itu dengan mengajak jemaat memiliki hati, pikiran dan perilaku yang baik. "Mari memiliki hati, pikiran dan perilaku yang baik, sebaik bangunan gereja ini. Semoga Tuhan memberkati segala rencana kita," tutupnya.

Sebelum memulai acara ibadah, rombongan prosesi berangkat dari rumah Sintua Utusan Panggabean di Simarlailai. Sesampai di depan gerbang gereja, Sekjen mendapatkan pengalungan bunga dan ibu Yenni A Hutagaol menerima bunga pangku, begitu juga tamu undangan Kapolres Tapanuli Utara Taripar Hutabarat, Dandim Tapanuli Utara, Wakil DPRD Tapanuli Utara Fatimah Hutabarat SE, yang mewakili Bupati Tapanuli Utara dan Kolonel Panggabean/Boru Manurung.

Kolonel Panggabean didaulat untuk melakukan pengguntingan pita sebagai tanda peresmian TK Johansen. Penandatangan prasasti berlanjut di depan altar gereja oleh Sekjen. Sesuai ibadah, Acara berlanjut di halaman gereja dengan lelang dan kata-kata sambutan. (hkbp.com.id/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru