Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026
6 Imam (Pastor) yang Baru Ditahbiskan

Uskup : Imam Miliki Prinsip 100% Penganut Gereja dan 100% Penganut Pancasila

* Pentahbisan Dihadiri Bupati Simalungun dan Bupati Karo
- Minggu, 13 Agustus 2017 19:10 WIB
730 view
Tanah Karo (SIB)- Enam Diakon menerima sakramen imamat  untuk menjadi Imam (pastor)  dalam acara perayaan Misa Kudus yang dipimpin Uskup Agung Medan Mgr Dr  Anicetus Bongsu Sinaga Ofm.Cap didampingi Uskup Emeritus Mgr Drs AG Pius Datubara Ofm.Cap disaksikan ribuan umat Katolik termasuk orangtua/keluarga diakon di Gereja Katolik Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Kabanjahe, Rabu (9/8).

Pentahbisan diawali dengan penyerahan diri para diakon dengan posisi telungkup, dilanjutkan dengan penyerahan stola dan casula, serta pengurapan minyak krisma ke tangan masing-masing diakon dan pemberian berkat melalui penumpangan tangan oleh Uskup dan para imam yang hadir sebagai selebran.

Keenam diakon tersebut terdiri dari Fransiskus Ginting, Julianus Tarigan  keduanya berasal dari Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Andika Fransiskus Tarigan dari Paroki St.Fransiskus Asisi Tigabinanga,  Iwan Swanto Lumban Gaol dari Paroki St Fidelis Dolok Sanggul, Jameslim Damanik dari Paroki St Fransiskus Asisi Saribudolok  dan Theodorus T Gulo OSC dari Paroki Salib Suci Nias Barat.

Hadir dalam acara itu Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, Kapolres Tanah Karo AKBP Rio Nababan SIK, Dandim 0205/TK Let.Kol Inf Agustatius Sitepu SIP, Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM, Pastor Antonius Sugianto sebagai propinsial Ordo Salib Suci yang juga Uskup Agung Bandung, Vikjen Pastor Elias Sembiring Ofm.Cap, Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI diwakili Toni Pardosi didampingi Penbimas Katolik Kanwil Kemenag Propinsi Sumut Julia br Sinurat dan Kasi Bimas Katolik Kantor Kemenag RI Kabupaten Karo Evo br Ginting SH serta sejumlah undangan lainnya.

Mgr Anicetus B Sinaga Ofm.Cap  dalam  khotbahnya dari Injil Yohannes 10:11-16 menyerukan agar imam yang baru tertahbis dapat menjadi gembala membawa perdamaian di tengah masyarakat sebagai pengabdian untuk melanjutkan karya penyelamatan sesuai tema: "Akulah Gembala Yang Baik " (Joh 10:11) dan  Sub tema : "Jadilah Imam yng Berbau Kristus dan Berbau Domba".

Imamat  yang diterima akan menjadi rahmat untuk membawa  persaudaraan secara utuh bagi sesama manusia dengan berlandaskan hakekat gereja yang mempunyai prinsip kebhinnekaan, prinsip gereja. Kepada imam baru diharapkan memiliki prinsip 100% penganut gereja, 100% penganut Pancasila,100% penganut UUD 1945 dan 100% penganut Bhinneka Tunggal Ika.

Pada kesempatan itu Mgr Dr Anicetus B Sinaga Ofm.Cap menyampaikan terima kasih kepada orangtua keenam imam baru yang telah mempersembahkan putranya untuk menjadi pelayan umat ditengah gereja dan kepada imam baru dipesankan agar tetap mempertahankan kesetiaan akan sakramen imamatnya.

Dia berharap umat turut berdoa kepada Tuhan agar imam yang baru menerima tahbisan menjadi pahlawan sejati. "Hai anak-anakku gembalakanlah umatku dan kepadamulah aku berkenan," ungkap Mgr Dr Anicetus B Sinaga Ofm.Cap.

Membawa Semangat Baru
Pada kesempatan itu Bupati Simalungun Dr JR Saragih dan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH  mendapat kehormatan untuk memberikan kata sambutan usai acara perayaan misa pentahbisan.

Dr JR Saragih dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan karena dari keenam diakon salah seorang di antaranya  adalah  putra dari Kabupaten Simalungun sementara tiga orang lainnya dari Tanah Karo yang merupakan tempat dia dibesarkan.

Dalam situasi erupsi Gunung Sinabung yang masih aktif diharapkannya agar masyarakat Kabupaten Karo tetap bersabar dengan harapan adanya rencana Tuhan yang lebih baik dibalik situasi tersebut. "Semoga dengan pentahbisan imam yang baru ini memberi "Semangat Baru" bagi masyarakat daerah ini," ujarnya.

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH dalam sambutannya menyebutkan keberhasilan  pelaksanaan pembangunan nasional dilandasi moral dan spiritual yang kokoh dimana hal itu diperoleh dari pembangunan bidang agama.

Mengingat sakramen imamat sebagai salah tanda mengenal Kristus melalui Roh Kudus maka para diakon yang menerima sakramen imamat menjadikan mereka sebagai bagian dari imamat Kristus dan sekaligus pengganti para rasul yang hidup sebagai imam, nabi dan rasul.

Dipesankan, sebagai umat dan pribadi yang utuh, berkualitas dalam iman dan mampu mengabdikan diri bagi seluruh kehidupan umat beragama, khususnya umat beragama di Kabupaten Karo untuk menyatukan tekad, semangat hidup serta iman untuk membangun. (BR2/f)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru