Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026
RENUNGAN

Kasih yang Menyelamatkan

* (Rut 2:8-16) Oleh Pdt Sunggul Pasaribu
- Minggu, 16 September 2018 22:03 WIB
1.377 view
Kasih yang Menyelamatkan
Seringkali mertua perempuan tidak cocok dengan menantu perempuannya, begitu juga sebaliknya. Namun Alkitab memaparkan satu contoh tentang seorang menantu (Rut) yang begitu setia, mengasihi mertuanya (Naomi) dengan setulus hati, padahal suaminya sudah meninggal. Nats renungan kita hari ini sebagaimana dalam Rut 2:8-16, menggambarkan hubungan yang akrab, penuh cinta kasih, komitmen setia sampai mati terlihat keteladanan dalam keluarga Naomi dan Rut. Tidak mudah mendapatkan kesetiaan dalam diri seseorang, hal yang juga dikeluhkan oleh Salomo, "Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?" (Amsal 20:6). Marilah kita simak bagaimana kisah Naomi, Rut dan Boas di perantuan mereka.

Biasanya tradisi mudik kita lakukan dengan berbuat sesuatu di kampung halaman sebagai bukti keberhasilan kita di perantauan. Namun kepulangan Naomi ke kampung halamannya (mudik) sungguh tragis (Rut 1:20-21). Bila ia pergi merantau dengan suami dan kedua anak laki-lakinya, saat itu ia kembali hanya dengan salah seorang menantunya, yaitu Rut. Sebagai janda, tak banyak kemungkinan yang terbuka bagi sang mertua dan menantunya untuk menghidupi diri mereka sendiri. Beruntung mereka sebab kedatangannya di Betlehem persis saat dimulainya panen jelai (Rut 1:22). Kini Naomi dan Rut menjadi pendatang baru di kota Betlehem.   

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan. Kita menemukan tiga dimensi kasih dalam diri Naomi, Rut dan Boas. 

Pertama, Kasih Naomi kepada Rut. Naomi yang mendengarkan laporan Rut lalu memuji Tuhan. Sungguh berbeda dengan Naomi yang sebelumnya berkata, "... yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku." "... yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku." (Rut 1:20-21).Oleh karena itu, Naomi merasa iba terhadap Rut sehingga ia berpikir, ; lebih baik ia kembali kepada keluarganya di Moab, biarlah ia sendiri yang menderita. Naomi tidak ingin hidup Rut menderita sebagai seorang janda. Bagaimanalah mungkin Naomi bisa menghidupi mereka berdua sebab keduanya hidup sebatangkara.  

Kedua, Kasih Rut terhadap Naomi, mertuanya. Dalam usahanya melanjutkan hidup bagi dirinya sendiri serta Naomi, Rut mencari ladang tempat dia dapat memungut bulir jelai yang jatuh. Alkitab memakai satu kata yang menarik, 'kebetulan' (B.Ibrani,miqreh) ketika Rut masuk ke salah satu ladang yang ternyata milik Boaz. Kata 'kebetulan' ini mencakup tindakan atau peristiwa yang terjadi tanpa diketahui dan disengaja oleh orang yang terlibat di dalamnya. Dengan kata lain masuknya Rut ke sebuah ladang yang tidak diketahuinya merupakan sebuah skenario tersembunyi dari Allah yang mengatur semuanya.

Kebetulan tersebut mencakup masuknya Rut ke ladang milik Boas yang ternyata (tidak diketahui oleh Rut) adalah kerabat (saudara jauh) Elimelekh, mertua laki-lakinya. Boas digambarkan sebagai orang yang kaya raya. Dalam Rut 2:1, kata 'kaya raya' dapat dikenakan pada pahlawan perang (Yos. 6:2-3; Hak. 6:12), orang yg berkuasa (1 Sam 9:1; 1 Raja 11:28), orang kaya (2 raja 15:20). Dengan kata lain, Boas adalah orang yang sangat berpengaruh di Betlehem. 

Ketiga, Kasih Boas kepada Rut. Ketika Rut memasuki ladang tertentu yang ternyata adalah ladang Boas, Rut meminta ijin kepada mandor ladang untuk bukan sekedar hanya memungut bulir jelai tetapi juga mengumpulkannya. Kemungkinan mandor tersebut tidak mengijinkan dan itulah sebabnya Rut berdiri menunggu pemilik ladang. Itulah sebabnya Boas dengan langsung bertanya "Darimakah perempuan ini?" (ay. 5), karena memang posisinya yang mencolok perhatian orang lain. Dalam peraturan hukum gleaning telah ditetapkan bahwa para pemungut hanya boleh memungut bulir gandum yang biasanya telah diikat oleh pengerja perempuan, bukan mengumpulkan bulir jelai yang langsung dituai oleh pekerja laki-laki. 

Namun Rut mendapatkan ijin dari Boas untuk melakukan sesuatu yang di luar kebiasaan orang saat itu yaitu memungut dan mengumpulkan bulir jelai. Bahkan Rut boleh melakukan pemungutan jelai di ladang Boas hingga akhir musim panen yang kira-kira berlangsung 2-3 bulan. Selain itu Boas memberikan hak istimewa kepada Rut untuk bergabung makan dan minum dengan para pekerjanya pada jam istirahat kerja. Begitu berlimpahnya makanan yang diberikan hingga Rut dapat makan sampai kenyang bahkan ada sisanya yang diberikannya kepada Naomi. Boas juga memberikan perintah khusus kepada para pekerjanya untuk dengan sengaja menjatuhkan bulir jelai untuk Rut.

Selain fasilitas makanan, Boas juga memberikan jaminan perlindungan buat Rut selama dia memungut jelai di ladangnya, yaitu para pekerja laki-lakinya tidak akan mengganggu Rut. Boas memperingatkan para pekerjanya dan memberitahukan jaminan perlindungannya kepada Rut.

Bila dalam pepatah mengatakan, di mana ada kemauan di situ ada jalan. Tetapi dalam nats renungan ini kita memaknai, di mana ada cinta kasih di sana ada karya Tuhan yang menyelamatkan manusia, yang memberi solusi hidup. Oleh karena itu, kiranya kita menemukan 'Rut-Rut' yang baik terhadap mertua di jaman ini. Demikian sebaliknya. Amin.! (c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru