Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026
R E N U N G A N

Hamba Kebenaran

* (Roma 6:18) Oleh Pdt Dr Pahala J. Simanjuntak
- Minggu, 17 Maret 2019 21:34 WIB
1.744 view
Hamba Kebenaran
"Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran" (Roma 6:18). Demikian teks renungan kita yang disampaikan rasul Paulus kepada jemaat Kristus di kota Roma. Dalam memahami teks khotbah ini mari kita melihat dua kata kunci yang sangat penting bagi kehidupan kita sebagai orang Kristen. Pertama, kata merdeka. Sebenarnya kata merdeka sudah menjadi istilah lama yang kita kenal dan kita pergunakan. Istilah ini memiliki banyak pengertian yang positif. Misalnya bebas, lepas dan tidak terikat, tidak di bawah jajahan orang lain.

Mengapa penting kemerdekaan bagi manusia, sebab salah satu hak dasar yang diberikan Tuhan kepada manusia adalah hak merdeka yang menunjuk kepada hak (azasi) hidup yang dimiliki setiap orang tanpa kecuali. Bahkan semua suku atau agama di dunia ini memiliki pemahaman yang hampir sama tentang kata merdeka. Rasul Paulus memakai kata ini, yang dipilih dan menjadi popular untuk mengungkapkan kegembiraan kita akan pembebasan dan kelepasan kita dari kuasa dosa dan maut (1 Korint 15:55-58). Kemerdekaan yang disebut Paulus untuk mengingatkan kita terhadap karya kematianYesus Kristus.

Alkitab telah lama memperkenalkan kata merdeka ini. Misalnya dalam Kitab Kejadian kita melihat bahwa Allah memberikan kemerdekaan kepada Adam manusia pertama itu untuk tinggal di taman Eden. Allah menempatkan mereka di sana. Dalam Kejadian 2:16, apa yang dikatakan Allah kepada mereka: "Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas. Tetapi manusia pertama itu gagal untuk memelihara kebebasan atau 'kemerdekaan' itu sehingga mereka jatuh ke dalam dosa lalu mendapatkan hukuman dari Allah. Sejak itulah materai kelemahan, dosa dan maut menjadi bagian yang tidak terpisahkan oleh hidup manusia di dunia ini.

Namun karena Allah memiliki kasih dan itulah sifat Allah yang paling utama maka Allah kembali memberikan kemerdekaan itu kepada manusia. Contoh kedua ketika Allah memanggil Musa untuk membebaskan umat Israel dari perbudakan Mesir (Kel. 3:14). Umat Allah memiliki kemerdekaan, kebebasan dari kekuasaan Firaun. Mereka menjadi milik Allah yang lepas dari ikatan. Apa yang dilakukan Musa sebagai hamba Allah menunjuk kepada Yesus Kristus yang diberitakan kitab Injil dan yang diberitakan rasul Paulus sebagai pembebas. Maka Allah mengutus anak-Nya Yesus Kristus supaya kita kembali mendapat kemerdekaan atau 'kebebasan' itu. Dahulu kita berada dalam hukuman Allah namun Allah datang melalui Yesus Kristus untuk membebaskan kita dari hukuman tersebut. Itu artinya kita menjadi orang bebas, merdeka dari hukuman Allah.

Kata yang kedua adalah hamba. Kata hamba sebenarnya dianggap sebagai status sosial yang sangat rendah bahkan orang yang tidak pernah diperhitungkan sekalipun. Kata hamba juga diartikan sebagai pembantu, lebih keras lagi budak, pesuruh, 'babu.' Lanjutan dari Kejadian 2:16 itu berkata: "tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati". Pada awalnya manusia pertama itu menjadi hamba kebenaran di taman eden. Supaya mereka dapat membedakan yang baik dan yang jahat. Demikian juga umat Israel yang keluar dari perbudakan mereka diikat dengan Hukum-hukum untuk menjungjung tinggi kebenaran. Memelihara hukum kekudusan sebagai umat Allah. Kedua contoh tersebut di atas mengingatkan orang Kristen menggunakan kebebasannya secara bertanggungjawab. Karena Kristus yang memerdekakan kita sekaligus menjadi orang-orang merdeka. Dikatakan dalam teks ini, bahwa kita menjadi hamba kebenaran. Sebagai seorang hamba tentu bersedia untuk menuruti (tunduk) kehendak tuannya. Kita bebas tetapi dalam pengawasan Allah. Itulah yang disebut sebagai kebebasan yang bertanggungjawab. Bukan kebebasan yang kebablasan, hilang kendali. Maka orang-orang yang sudah dimerdekakan, dibebaskan oleh Yesus Kristus terpanggil menjadi hamba kebenaran, hamba kebaikan.

Demikianlah nasihat rasul Paulus kepada jemaat Roma yang mengatakan, kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. Kata kamu menunjuk kepada orang Kristen di sana sebagai umat Allah. Surat Roma ditulis oleh rasul Paulus kepada orang-orang Kristen yang berada di kekaisaran Romawi sebagai pusat kerajaan Romawi. Maka mereka dipengaruhi dengan berbagai latar belakang kehidupan.

Dalam memasuki minggu-minggu Passion (minggu sengsara Yesus) ini mari kita menjadi hamba kebenaran yang sudah dimerdekakan oleh Allah melalui Yesus Kristus. Sehingga kita tidak lagi menjadi diperhamba dosa tetapi menjadi hamba yang mengabdi bagi Allah.Tentu menjadi hamba kebenaran banyak godaan, tawaran, pancingan sehingga kita terjebak. Namun kita harus kuat dan teguh dalam panggilan kita sebagai hamba kebenaran.

Oleh sebab itu sebagai orang yang sudah dimerdekakan oleh Kristus dari dosa marilah kita menjadi hamba kebenaran dalam cinta kasih, solider dalam membangun persekutuan yang baik, ramah dan bersahabat baik dengan siapapun. Amin.! Selamat Passion. (d)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru