Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 21 Februari 2026

HKBP Kramat Jati Bekali 81 Parhalado dengan Semangat "Totama"

Victor R Ambarita - Sabtu, 21 Februari 2026 13:40 WIB
131 view
HKBP Kramat Jati Bekali 81 Parhalado dengan Semangat "Totama"
Foto: Dok/HKBP Kramat Jati
Foto bersama Parhalado HKBP Ressort Kramat Jati pada saat Pembekalan Parhalado di Wisma Kinasih Caringin, Bogor, 19-21 Februari 2026.

Jakarta(harianSIB.com)

Menghadapi dinamika zaman dan era digitalisasi yang kerap memicu ketidakpastian di tengah masyarakat, HKBP Ressort Kramat Jati menggelar program Pembekalan Parhalado yang berlangsung pada 19-21 Februari 2026.

Bertempat di Kinasih Resort & Conference, Bogor, kegiatan ini dirancang sebagai momentum strategis untuk penyegaran spiritual dan peningkatan kapasitas bagi para pelayan gereja (sintua).

Usai pembekalan Parhalado, ada tiga goal program besar di HKBP Kramat Jati menanti, yaitu Jambore Sekolah Minggu, Gondang Naposo dan Festival Musik.

Mengusung tema "Sukarela dan Pengabdian Diri" yang berlandaskan pada nas Alkitab 1 Petrus 5:2-3, pembekalan ini menyoroti urgensi komitmen melayani tanpa paksaan.

Baca Juga:
Adapun pemateri yang hadir, antara lain, Prof Dr Budi Anna Keliat, S.Kp., M.App. Sc (Materi Psikologi: Asesmen dan Pemberdayaan Diri Dalam Pelayanan) dan Pdt. Prof. Binsar Jonathan Pakpahan, PhD (Materi Peluang, Tantangan, Strategi & Optimalisasi Pelayanan Di Era Digital).

Selain Pendeta Ressort HKBP Kramat Jati, Pdt. Dr. Martongo Sitinjak, hadir juga empat pendeta fungsional yakni Pdt Filemon F Sigalingging, STh, Pdt Eben Sihardo Simanjuntak MTh, Pdt Parningotan Siahaan dan Pdt Pontius Ch Siregar MDiv.

Pendeta Ressort HKBP Kramat Jati, Pdt. Dr. Martongo Sitinjak, menganalogikan pembekalan ini dengan esensi kata Bohal dalam bahasa Batak, yang berarti bekal bagi para gembala saat menjaga kawanan dombanya di padang belantara.

"Dalam pembekalan ini, ada tiga bekal utama yang kami sampaikan. Pertama, asesmen psikologi agar pelayan mengenal potensi dan kelemahannya. Kedua, pemahaman pelayanan di era digitalisasi yang telah berdampak masif pada peradaban dan psikologis jemaat. Ketiga, penyegaran ulang arti dan panggilan tohonan (tahbisan) sintua itu sendiri," jelas Pdt. Martongo.

Menurutnya, era ketidakpastian saat ini melahirkan budaya cemas dan ragu yang tak pelak berimbas pada gereja. Oleh karena itu, para parhalado dibekali agar kembali menemukan kekuatan dari panggilan ilahinya.

"Pelayanan gereja ini bukan profesi sekuler, melainkan panggilan Tuhan. Kita mau mengupas lapisan kecemasan itu agar para pelayan berani bangkit, berdiri teguh pada potensinya, dan meyakini bahwa Tuhan bekerja di dalam dirinya," tegas mantan Kadep Koinonia HKBP, yang baru enam bulan melayani di HKBP Ressort Kramat Jati tersebut.

Untuk merespons tantangan pastoral yang semakin kompleks, HKBP Ressort Kramat Jati melahirkan sebuah slogan pelayanan bertajuk TOTAMA, yang merupakan akronim dari Topot, Tangihon, Tangianghonma.

Ketua Pembelian Lahan, St. H.D. Sirait, menyebut pembekalan ini ibarat proses restart bagi para pelayan.

"Ini seperti mulai dari gigi satu lagi agar semangat melayani tidak kendor. Melalui TOTAMA, sintua dituntut mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengunjungi jemaat (topot), mendengarkan pergumulan mereka (tangihon), dan mendoakannya secara ikhlas (tangianghonma)," ungkapnya.

Ia menambahkan, pembekalan ini menjadi pengingat agar rutinitas tidak membuat ketujuh tohonan sintua menjadi luntur atau biasa-biasa saja.

Senada dengan itu, Ketua Majelis Perbendaharaan & Administrasi (MPA) HKBP Kramat Jati, St. L. Simangunsong, mengapresiasi soliditas kebersamaan yang terjalin.

Ia menekankan bahwa HKBP Ressort Kramat Jati—yang menaungi gereja induk dan gereja pagaran HKBP Gedong—memiliki tanggung jawab pastoral yang besar di 20 wijk (sektor pelayanan).

"Sintua adalah ujung tombak yang terjun langsung ke lapangan untuk mengamati kehadiran dan kondisi jemaat. Di sinilah tugas pokok tohonan sintua kembali diingatkan untuk dieksekusi dalam misi bersama," tuturnya.

Sementara itu, perwakilan Panitia Pelaksana, Septa Patrianando Sirait, melaporkan kegiatan ini diikuti oleh 81 peserta se-ressort.

Meskipun memakan waktu persiapan selama hampir sebulan dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, semangat gotong royong panitia dan peserta membuat acara ini berjalan mulus.

"Kami sadar bahwa sintua-sintua wijk ini adalah ujung tombak jemaat. Kegiatan ini tidak akan sia-sia, dan kami mengerjakannya dengan sangat dinamis," pungkas Septa yang telah beberapa kali dipercaya menangani kepanitiaan serupa.

Pembekalan parhalado ditutup ibadah oleh Pdt Basa Rohana Hutabarat, MTh. Melalui pembekalan intensif ini, diharapkan para parhalado HKBP Ressort Kramat Jati dapat merumuskan langkah strategis pelayanan secara mandiri, serta membawa jemaat bertumbuh bersama melintasi tantangan zaman dengan iman yang tak tergoyahkan.(*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pajak Jadi Persoalan Pelik di Era Digital
Peresmian Pos Pelayanan Gereja ONKP Bersinar Resort Medan Sukses
Jangan Jadi Penonton di Era Digital
Wartawan dan Humas Bahas Penguatan Peran Humas Pemerintah di Era Digital
Atap Bumi, Komunitas Penyuka Kamera Film dan Kartu Pos di Era Digital
GKJ Nehemia Juara Grand Prix, Dirjen Terbaik HKBP Kramat Jati
komentar
beritaTerbaru