Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026

MPKW Sumut-Aceh Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan GMI Konta Pengembangan

Danres Saragih - Kamis, 05 Maret 2026 19:15 WIB
348 view
MPKW Sumut-Aceh Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan GMI Konta Pengembangan
(Foto: harianSIB.com/Danres Saragih)
Ketua MPKW Sumut-Aceh Dr RE Nainggolan MM, Bishop Tahir Widjaya MTh dan lainnya foto bersama usai beraudiensi di Kantor GMI Konta Pengembangan, Jalan William Iskandar/Jalan Pancing Medan, Kamis (5/3/2026).

Medan(harianSIB.com)

Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) Sumut-Aceh melakukan audiensi dengan pimpinan Gereja Methodist Indonesia (GMI) Konta Pengembangan untuk mempererat kerja sama dalam penguatan pelayanan pendidikan Kristen di Sumatera Utara.

Pertemuan tersebut diterima Bishop Tahir Widjaya MTh didampingi Pdt Paulus Subyanto STh, Drs Sanggup Ginting MPd dan Ibrahim Sidik di Kantor GMI Konta Pengembangan, Jalan William Iskandar/Jalan Pancing Medan, Kamis (5/3/2026).

Audiensi itu dihadiri Ketua MPKW Sumut-Aceh Dr RE Nainggolan MM, Sekretaris MPKW Sumut–Aceh Drs Edward Sitorus MPd, Drs Kasman Sembiring MSi, Ir Bonar Sirait MSi, Drs Chandra Silalahi MSi (Ketua Perkumpulan Nasrani Medan), Lewi Jakob dan Dra Adelina Silalahi MPd.

Ketua MPKW Sumut-Aceh Dr RE Nainggolan menyampaikan bahwa Majelis Pendidikan Kristen (MPK) telah hadir selama 56 tahun di Sumatera Utara dengan visi MPK Indonesia 2030, yakni mempercepat transformasi sekolah Kristen agar mampu menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, berjiwa kepemimpinan serta berkarakter Kristen.

Baca Juga:
"Ke depan kami ingin menghadirkan sekolah-sekolah Kristen yang berkarakter dan beriman. Pendidikan tidak hanya membentuk kecerdasan, tetapi juga iman dan karakter peserta didik," ujarnya.

Ia menjelaskan MPK merupakan organisasi yang berjalan dari dukungan sekolah-sekolah anggota melalui iuran tahunan. Karena itu, kerja sama dengan gereja dinilai sangat penting dalam memperkuat pelayanan pendidikan Kristen.

Menurutnya, gereja memiliki peran dalam pembinaan iman, namun waktu pelayanan di gereja relatif terbatas. Sementara sekolah memiliki ruang lebih besar dalam membentuk karakter dan iman siswa.

"Peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pelayan iman. Pendidikan Kristen harus memadukan ilmu, iman dan karakter," katanya.

Saat ini terdapat 32 sekolah Kristen yang telah bergabung sebagai anggota MPK di wilayah Sumut-Aceh. MPK berharap semakin banyak sekolah Kristen dapat bergabung untuk memperkuat kolaborasi pendidikan.

Dalam waktu dekat, MPK juga akan menggelar sejumlah kegiatan, antara lain perayaan Paskah yang direncanakan diikuti sekitar 1.500 pelajar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut di Medan.

Selain itu, MPKW Sumut-Aceh juga akan menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MPK yang dijadwalkan berlangsung di Tarutung pada 15-17 Oktober 2026.

Sementara itu, Bishop GMI Konta Pengembangan Tahir Widjaya mengapresiasi kunjungan MPK serta inisiatif membangun sinergi dalam memajukan pendidikan Kristen.

Ia juga menyampaikan keprihatinan atas menurunnya jumlah siswa di sekolah-sekolah Kristen, padahal lembaga pendidikan merupakan salah satu ujung tombak pelayanan gereja kepada masyarakat.

"Banyak hal yang harus diperhatikan, mulai dari kepemimpinan hingga kerja sama yang sehati. Ilmu, iman dan karakter memang penting, tetapi tanpa kerja sama yang baik sekolah sulit berkembang," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kejujuran dan integritas dari yayasan maupun kepala sekolah dalam membangun lembaga pendidikan yang kuat.

Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 30 sekolah Methodist di wilayah Sumut-Aceh yang membutuhkan penguatan melalui kolaborasi berbagai pihak.

Dalam kesempatan itu, Sanggup Ginting menyampaikan pihaknya pernah bergabung dengan MPK dan membuka peluang untuk kembali berpartisipasi dalam berbagai kegiatan ke depan.

"Kami mengapresiasi kepemimpinan yang ada saat ini dan kegiatan yang sudah dilakukan. Jika ada kegiatan ke depan, silakan diinformasikan, kami siap untuk bergabung kembali," katanya.

Menanggapi hal itu, Bishop Tahir Widjaya juga menyatakan kolaborasi dengan MPK membuka peluang untuk saling mendukung, termasuk dalam pengiriman guru ke daerah-daerah yang membutuhkan penguatan sekolah Methodist.

"Melalui sekolah, penyampaian injil memiliki dampak yang sangat besar. Karena itu kami menyambut baik kolaborasi ini. Yang terpenting adalah komunikasi yang baik," pungkasnya.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dr RE Nainggolan MM: N4J Lahir karena Prihatin akan Maraknya Upaya Perlawanan kepada Pemerintah
Ketua Umum DPP N4J Dr RE Nainggolan MM Gelar Rapat
KH Ma ruf Amin Sambut Gembira Kedatangan RE Nainggolan dan Dukungan Relawan N4J-MA
Dr RE Nainggolan: Kaum Muda Diminta Teladani Nasionalisme Pendiri Bangsa
Dr RE Nainggolan, Uskup Agung Medan dan Pimpinan Pomparan Raja Lontung Isi Doa Akbar di Danau Toba
Bertemu Menko Luhut, RE Nainggolan Laporkan Pembentukan N4J di 17 Provinsi
komentar
beritaTerbaru