Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Februari 2026
Pendeta GMI Makedonia Basuh Kaki Jemaat di Rantauprapat

Apakah Orang Kuat, Besar Sudah Layani Orang Lemah dengan Tulus

- Minggu, 12 April 2015 21:28 WIB
415 view
Apakah Orang Kuat, Besar Sudah Layani Orang Lemah dengan Tulus
Rantauprapat  (Sib)- Ibadah paskah di Gereja GMI Makedonia Resort Rantauprapat I Distrik 7 wilayah I Jalan Ahmad Yani Rantauprapat aman, damai,dan penuh khidmat. Sebelum Jumat Agung (3/4) dan kebangkitanNya  Minggu (5/4), ratusan jemaat GMI Makedonia Rantauprapat terlebih dahulu melaksanakan  ibadah malam passion 4 hari berturut-turut , mulai Senin (30 Maret) s/d Kamis malam (2/4) menuju detik-detik kematian Yesus Kristus (3/4) atau Jumat agung yang diperingati di seluruh dunia.

Ibadah malam passion dilayani para pendeta secara bergantian di antaranya Pdt S Br Nainggolan STh, Pdt Erik Simatupang STh, Pdt. Pilhan Dhany Br. Purba STh, Pimpinan Jemaat GMI Makedonia Pdt. Robertianus Zagoto STh dibantu oleh para lay-speaker dari masing-masing sektor untuk membacakan votum dan memimpin lagu-lagu pujian.

Ibadah malam passion dilaksanakan  mengenang perjalanan Yesus Kristus bersama dua belas muridnya di Yerusalem. Sebelum menemui ajalnya Yesus Kristus masih menyempatkan dirinya membasuh kaki ke 12 murid-muridnya. "Pembasuhan kaki yang dilakukan oleh Yesus Kristus kepada 12 murid-muridnya adalah merupakan gambaran penyucian dosa dan kerendahan hati yang sangat perlu kita teladani dalam kehidupan. Yesus adalah orang besar dan raja yang sudah diurapi oleh Allah di dunia ini. Tapi biarpun dia seorang raja dan juru slamat, dia dengan rendah hati dan tulus melakukan pelayanan pembasuhan kaki kepada murid-muridnya.

"Adakah kita para orang kuat, orang-orang besar sudah melakukan pelayanan kepada orang-orang yang lemah dengan tulus dan rendah hati, seperti yang dilakukan oleh Yesus itu, kata Pdt. Erik Simatupang STh dalam khotbahnya di hadapan ratusan jemaat GMI Makedonia yang memadati gereja dan di luar gereja. Berkaitan dengan dilakukannya pembasuhan kaki oleh Yesus kepada ke 12  murid-muridnya, para pendeta yang melakukan pelayanan di GMI Makedonia Rantauprapat juga membasuh kaki ratusan jemaat yang mengikuti malam passion terakhir. "Maka kamupun wajib saling membasuh kaki (Yoh 13 ; 1- 17). Ini semua kita lakukan mengingat apa yang diamanahkan Yesus Kristus supaya kita saling merendahkan diri dan selalu mengingat bahwa kita masih terbelenggu dalam dosa-dosa yang harus kita sucikan, kata Pdt. Robertianus Zagoto STh, Pdt. Erik Simatupang STh, Pdt. S. Br. Nainggolan STh dan Pdt. Pilhan Dhany Br Puba STh saat-saat berlangsungnya pelaksanaan pembasuhan kaki kepada ratusan jemaat yang mengikuti malam passion dihari keempat.

"Yesus Kristus telah mati untuk kita. Saat ini kita berkabung. Kematiannya pun sangat sadis dan tragis. Dia dihina, dicambuk, ditunjang, dipukul, tangan dan kakinya dipakukan di salib. Di kepalanya dibelitkan kawat berduri. Dan darah pun bercucuran di sekujur tubuhnya membuat  dia pedih dan tersiksa. Dikala dia kehabisan darah dan cairan tubuh di tengah-tengah teriknya sinar matahari Diapun haus dan meminta supaya diberikan air minum. Malah para serdadu memberikan anggur asam Diapun mati dan menyerahkan dirinya kepada Allah di surga. 

Sungguh tragis dan sadis kematian Yesus ini untuk menebus dosa-dosa kita. Marilah kita renungkan bersama, apakah kita selaku umat Kristiani sudah ada yang rela berkorban demi meneladani kasih Yesus di dunia ini? Apakah kita sudah saling memaafkan antara sesama kita? Apa sudah yang kita perbuat kepada Yesus yang mati tragis dan sadis itu sebagai balasan dari penebusan dosa kita. Hanya satulah yang menjadi jawaban yang diharapkan Yesus dari kita yaitu supaya kita meneladani sikap-sikapnya yang penuh kasih, penyabar dan rela berkoban”, kata Pdt Robertianus Zagoto STh dalam renungannya pada Jumat Agung (3/4).

Dia telah bangkit kembali. Maut telah dikalahkan. Dan dia sudah kembali di tengah-tengah kehidupan kita. Jangan lagi kita berputus asa, dia telah memberikan jaminan hidup lagi bagi kita. Marilah kita ikuti teladan Yesus Kritus untuk saling mengasihi, saling tolong menolong, rela berkoban, saling menjauhkan diri dari perbuatan-parbuatan dosa. Marilah kita lakukan semuanya itu dalam kehidupan sehari-hari. Hanya inilah teladan yang disampaikan Yesus Kristus kepada kita selaku pengikut-pengikutnya. Laksanakanlah semuanya itu… amin, kata Pdt Erik Simatupang STh dalam akhir khotbahnya pada hari kebangkitan, Minggu (5/4). (D13/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru