Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 03 Februari 2026
RENUNGAN

Indahnya Kebersamaan (Mazmur 133:1-3)

* Pdt Sunggul Pasaribu
- Minggu, 19 April 2015 22:28 WIB
7.753 view
Indahnya Kebersamaan (Mazmur 133:1-3)
Siapa pun pasti sangat tersentuh saat mendengarkan sekelompok paduan suara yang bernyanyi dalam satu harmoni yang selaras di gereja. Pada awalnya, nyanyian mereka dengan satu suara yang kuat memuji dan memuliakan Allah. Kemudian tiba saat refreinnya, suara sopran, alto, tenor, dan bas bersatu dengan serentak menyanyikan bagian mereka masing-masing sehingga terciptalah harmoni yang indah. Perpaduan ini menggetarkan jiwa para pendengar dan membuat gabungan jenis suara menyatu menjadi nyanyian koor raksasa yang indah, lembut, dan memasuki lintasan relung-relung hati. Maka jiwa inipun turut memuji sang khalik yang dimuliakan oleh nyanyian tersebut. 

Apakah yang membuat koor tersebut menjadi syahdu dan enak didengar.? Karena perpaduan suara sopran, alto, tenor, dan bas menyentak dan menghantar untaian kata - kata dalam lagu menjadi rasa telah menggugah hati, jiwa dan pikiran pendengar. Maka para pendengar turut mengagumi mereka yang sedang bernyanyi. 

Para pengikut Kristus juga "bernyanyi" dengan suara-suara yang berbeda ketika bekerja bagi Tuhan. Pengikut Kristus terdiri dari latar belakang, kepribadian, dan kemampuan yang berbeda-beda, berfikir dan bertindak dengan cara-cara yang berbeda. Meski demikian, pekerjaan yang dikerjakan bersama bagi Dia dapat menghasilkan keselarasan yang indah dalam pelayanan.

Allah menghargai dan menghormati perbedaan, namun kepelbagaian dan perbedaan yang kita miliki tidak boleh menonjolkan egoisme dan individualisme. Sebab hakekat kepelbagaian merupakan anugerah dan berkat Tuhan. Kepelbagaian dan perbedaan hendaknya ditempatkan dalam ruang lingkup kebersamaan supaya terlihat indah, baik, dan menyenangkan hati Tuhan.

Menurut pemazmur (Mazm. 133:1-3), bahwa Allah sangat senang melihat umatnya bahkan seluruh bangsa-bangsa hidup damai dan Rukun. Dengan kehidupan damai dan Rukun ini Allah dengan senang akan mencurahkan berkat-berkatnya bagi kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan dunia ini. Namun sebaliknya Allah akan sedih apabila kehidupan bersama dalam keluarga - rumah tangga, masyarakat, bangsa dan dunia ini penuh dengan persengketaan, peperangan dan kerusuhan. Maka Allah akan menahan berkatnya, kemudian penderitaan yang bertubi-tubi akan terjadi dalam kehidupan manusia dan segenap ciptaan di sekitarnya. 

Dalam kondisi seperti  ini yang suka dan bersenang hati dan tertawa atas persengketaan, peperangan dan ketidak-damaian ialah iblis, si jahat. Dalam khotbah di Bukit Matius 5 : 9, dikatakan, "Berbahagialah orang yang membawa damai karena mereka akan disebut anak-anak Allah".  Jadi Pesan penting Bagi kita semua dari nas ini ialah marilah kita menjadi orang yang memperjuangkan kehidupan yang damai dan rukun dalam kehidupan keluarga, rumah tangga, masyarakat, bangsa dan negara di mana kita berada.

Dalam melayani Kristus, janganlah kita kuatir dan tawar hati bila orang-orang di sekeliling kita tidak menyanyikan "not" yang sama dengan kita. Sebab, setiap lagu-lagu rohani yang digubah gereja mungkin saja terdapat perbedaan notasi dan lirik lagunya. Namun apabila mereka telah memiliki keharmonisan secara Alkitabiah, maka sebenarnya kita telah berada dalam satu "paduan suara" yang sama.

Tidak disangkal bahwa di antara orang Kristen dan gereja memiliki perbedaan adat istiadat, perbedaan tata ibadah, perbedaan dogma, perbedaan sistim dan tata organisasi gereja. Namun menurut pengalaman rohani sang pemazmur, Allah suka dan hatiNya gembira jika orang Kristen dan warga gereja antara yang satu dengan yang lain tetap dalam bingkai satu perasaan, sependeritaan, dan satu derap langkah dalam mewujudkan rencana dan kehendak Tuhan di dunia ini. Inilah keindahan kebersamaan orang Kristen, maka hati Tuhan senang dan dimuliakan  Amin.!(c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru