Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026
Kesaksian Petinju Filipina Manny Pacquiao:

Bukan Hasil yang Paling Penting, Tapi Yesus Kristus

* Miliki Yesus, Hidup akan Tenang dan Damai
- Minggu, 10 Mei 2015 19:17 WIB
1.055 view
Bukan Hasil yang Paling Penting, Tapi Yesus Kristus
Manila (SIB)- Petinju asal Filipina, Manny Pacquiao mengatakan bahwa hasil pertandingan melawan Floyd Mayweather yang telah dilaksanakan Minggu (3/5), bukanlah yang terutama. Menurutnya berbagi pengalaman mengenai iman kepada Yesus Kristus bersama Mayweather adalah yang terpenting.

"Yang paling penting bagi saya setelah pertandingan itu adalah saya dapat memiliki waktu bersama Mayweather untuk berbagi pengalaman saya mengenai iman kepada Yesus Kristus. Tidak ada yang salah dengan itu. Iman dimana kita perlu percaya (kepada Kristus) dan juga bagaimana menginspirasi (melakukan Firman Tuhan) banyak orang terutama anak-anak," katanya kepada TBN, Senin (4/5).

Manny yang dalam pertandingan tersebut kalah angka mengucapkan terima kasihnya untuk seluruh orang yang telah mendukungnya dan dirinya percaya bahwa rencana Tuhan lebih besar ketimbang hasil pertandingan. "Untuk semua fans, terima kasih untuk dukungannya. Terima kasih untuk selalu berada bersama saya apapun hasil pertandingannya. Saya berterima kasih kepada Tuhan untuk bimbinganNya didalam hidup ini. RencanaNya lebih besar dari rencana kami dan jalanNya lebih tinggi dari jalan kita. Tuhan memberkati anda semua," tambahnya.

Petinju berjuluk Pacman itu mengakhiri wawancara tersebut dengan mengutip ayat Alkitab yang terambil dari Roma 8:28. "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah," tutupnya.

Rekor untuk petinju bernama lengkap Emmanuel Dapidran Pacquiao ini adalah 57 kemenangan dengan 37 KO, 7 kekalahan dan 2 seri. Namun prestasi terbesarnya justru terjadi di luar ring tinju, terutama dengan iman Kristennya yang selalu keluar dari mulutnya di setiap pembicaraan. Manny adalah seorang anggota kongres di Filipina, yang digadang-gadang dapat menjadi Presiden di masa depan, punya sebuah album dengan penghargaan platinum dari bakat menyanyinya.

Bermain di beberapa film sebagai aktor dan yang terpenting dirinya adalah seorang ayah dan suami yang selalu menyatakan kesaksian imannya kepada Yesus dan membagikan kebanggannya tersebut kepada dunia. Kekalahannya dari Mayweather tidak bisa membunuh karirnya, justru kekalahan itu menginspirasi banyak orang dan juga ikut menaikan namanya.

Pacquiao: Miliki Yesus
Seusai pertandingan, Manny Pacquiao langsung menggelar sebuah ibadah singkat di Light Nightclub di Mandalay Bay Las Vegas Amerika Serikat. Dalam ibadah itu berkumpul para keluarga, teman dan juga beberapa fans Manny yang masih memendam kekecewaan akibat hasil pertandingan yang dianggap kontroversial.

Dalam ibadah yang dipimpin Dudley Rutherford, pendeta senior dari Shepherd of the Hills Church Los Angeles itu, Manny banyak tersenyum dan juga berbicara banyak hal mengenai perkenanan Tuhan dalam hidup dan karirnya di dunia tinju. Dudley menguatkan hati setiap orang ditempat itu termasuk Manny.
"Kita tentu merasa sedih hari ini. Namun kita juga harus tetap senang karena kita tahu rencana Tuhan yang sempurna. RencanaNya selalu dapat dipercaya," katanya yang disambut dengan tepuk tangan dari penghadir yang berjumlah hampir 400 orang termasuk di antaranya aktor pemeran Yesus dalam film The Passion Of The Christ, Jim Caviezel dan juga Stephen Baldwin.

"Apa yang terjadi didalam pertandingan itu, itu semua rencana Tuhan, karena tidak ada didalam hidup kita yang bukan karena rencana Tuhan. rencanaNya lebih besar dari rencana kita. Jika kita memiliki Yesus didalam hati kita, maka itu akan membuat kita hidup dalam ketenangan dan kedamaian," kata Manny. (Berbagai sumber/jc/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru