Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026

Salib Raksasa Tahan Peluru Berdiri di Pakistan Setelah Mimpi Bertemu Allah

- Minggu, 31 Mei 2015 14:55 WIB
208 view
Salib Raksasa Tahan Peluru Berdiri di Pakistan Setelah Mimpi Bertemu Allah
Karachi (SIB)- Di sebuah kota yang baru-baru ini telah menyaksikan serentetan serangan terhadap kaum minoritas, sebuah salib yang terbuat dari bahan antipeluru sedang didirikan di jantung kota Karachi.

Pengusaha Kristen Pakistan, Christian Parvez Henry Gill, sedang membangun salib setinggi  140-kaki di pemakaman Gora Qabristan, setelah mengklaim bermimpi dan melihat Allah yang meminta dia   untuk melakukan sesuatu untuk komunitas Kristen, empat tahun lalu. Ia kemudian memutuskan untuk membangun salib tertinggi di Asia.

Struktur sesungguhnya dari salib itu ketika awalnya dibangun dirahasiakan hingga bentuknya mulai terlihat jelas. Saat itulah 20 pekerja mengundurkan diri karena tidak setuju, tetapi satu orang lagi bertahan.

Pekerja yang bertahan itu,  mengatakan salib adalah “pekerjaan Allah.” Dia bekerja 14 jam sehari, tujuh hari seminggu, dan menyebutkan dukungan Gill terhadap keluarganya merupakan alasan utama  komitmennya, sebagaimana dilaporkan oleh Christian Examiner.

Dari 21 juta penduduk Karachi, sekitar satu juta adalah Kristen. Gill mengatakan salib akan “menjadi simbol Allah, dan semua orang yang melihat ini akan menjadi bebas dari rasa takut.”

Lebih lanjut ia menjelaskan motif di balik pembangunan salib berbahan tahan peluru itu adalah  mendorong orang Kristen untuk tetap tinggal di Pakistan dan melakukan sesuatu untuk komunitas mereka.

Pemakaman  Gora Qabristan adalah kuburan Kristen yang sering menjadi target penjahat. Orang-orang yang menyusup dan menjadikan kuburan tua jadi tempat tinggalnya sering membuang sampah ke kuburan di sana.

Orang-orang Kristen sering terpinggirkan di Pakistan dan menghadapi permusuhan. Pada tahun 2013, lebih dari 100 orang tewas dalam pemboman bunuh diri di sebuah gereja.

Salib raksasa itu berdiri di atas  tanah seluas 20-kaki dan menurut Gill, ia “tahan peluru  dan terbuat dari berton-ton baja, besi dan semen.”

“Jika ada yang mencoba menghancurkannya tidak akan berhasil,” kata dia kepada The Washington Post dalam sebuah wawancara baru-baru ini.(www.dawn.com/satuharapan.com/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru