Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026
GBI Sumut-Aceh Gelar Sidang Majelis Daerah Gembala I di Berastagi 28-30 Juli

Banyak Orang Meninggalkan Gereja Karena Kurangnya Gembala Handal yang Mau Ditempatkan di Pedalaman

- Minggu, 26 Juli 2015 19:42 WIB
859 view
Banyak Orang Meninggalkan Gereja Karena Kurangnya Gembala Handal yang Mau Ditempatkan di Pedalaman
SIB/Horas Pasaribu
FOTO BERSAMA: Panitia Sidang Majelis Daerah Gembala I GBI Sumut-Aceh foto bersama Wakil II Pemred Harian SIB Drs Proklamasi Naibaho usai bersilaturahmi di Kantor SIB, Sabtu (25/7). Mereka terdiri dari Ketua BPD GBI Sumut-Aceh Pdt Yafet R.Marbun S PAK MAC
Medan (SIB)- Gereja Bethel Indonesia (GBI) Daerah Gembala I Sumut-Aceh akan melaksanakan SMDG-I (Sidang Majelis Daerah Gembala I) Selasa-Kamis (28-30/7) di Hotel Mickey Holiday, Berastagi. Sidang itu adalah mengutamakan fellowship (persekutuan),  kemudian oleh pimpinan pusat akan membahas visi, misi dan terobosan ke depan. Untuk Sumut akan digodok berbagai program yang paling menyentuh masyarakat. Sidang akan diikuti 300 lebih gembala (pendeta) se Sumut dan Aceh yang membahas program-program GBI ke depan, dimana program tersebut menampung aspirasi dari bawah (daerah) sehingga lebih demokratis.

Demikian diungkapkan Ketua Badan Pengurus Daerah GBI Sumut-Aceh Pdt Yafet R Marbun, S PAK MACM bersama panitia sidang majelis yang datang bersilaturahmi ke kantor SIB, Sabtu (25/7). Panitia yang mendampinginya adalah Ketua Panitia Pdt Robinson Hasibuan MTh, Wakil Sekretaris Yandi Yohanes Purba STh, Pdt Riando Napitupulu STh, Pdt Samuel Pakpahan M Min (Ketua Perwil Medan), Pdt  Mula Tua Simbolon MTh  MPsi, Pdt Hendry Saragih STh dan Pdt Hendro Simbolon. Mereka diterima Wakil II Pemred SIB Drs Proklamasi Naibaho mewakili Pemred GM Immanuel Panggabean BBA.

Sidang GBI tersebut kata Pdt Yafet, akan dibuat dalam nilai yang disingkat dengan “Mantap” (Maju, Andalkan Tuhan, Niat tulus dan Kudus, Tertib, Ayomi dan Profesional). Orang enggan beribadah ke gereja bisa dikarenakan jemaat merasa gedung gereja tidak nyaman sehingga pelayanan harus professional, ruangan gereja harus dibuat sejuk, sehingga tidak kepanasan ketika beribadah.  Sidang Majelis itu sebut Pdt Yafet dengan tema besar : “Pandang sekelilingmu, padi sudah menguning dan siap dituai”.

Dalam Sidang Majelis nanti, GBI Sumut-Aceh juga akan membahas warga-warga Kristen di Indonesia yang satu per satu sudah mulai meninggalkan gereja dan beberapa tahun ke depan diyakini jumlahnya semakin banyak. Orang meninggalkan gereja menurut Pdt Yafet, karena kebanyakan hanya memikirkan hal-hal dunia, hal-hal rohani tentang Kekristenan tidak terjawab oleh hatinya. Para gembala (pendeta) tidak memberi jawaban yang lebih faham, sehingga iman Kekeristenan mereka tidak bertumbuh.

Selain minimnya pertumbuhan iman, tingkat perekonomian masyarakat juga sangat rendah sehingga gampang putus asa dan meninggalkan gereja. “Kebutuhan rohani dan jasmaninya tidak terpenuhi, para gembala (pendeta) hanya memikirkan Sorga, tapi tidak memikirkan perut. Pendeta harus dilatih untuk tidak memikirkan rohani saja, harus ikut jasmani,” ucapnya.

Baik jasmani maupun rohani kata Pdt Yafet harus bagus sehingga akan berdampak terhadap pertumbuhan iman Kekristenan dan tidak lagi yang meninggalkan gereja. Kondisi realita, banyaknya orang meninggalkan gereja ada juga disebabkan kurangnya gembala  handal yang mau atau tidak bersedia ditempatkan ke pedalaman, orang di kota hidup dengan dirinya sendiri.

Makanya, lanjut Pdt Yafet, program GBI salah satunya adalah, mengirim gembala ke daerah dengan menyediakan fasilitas dan kebutuhan hidupnya. Enam bulan terakhir GBI sudah melakukannya, para gembala yang tidak memiliki transportasi disiapkan sepeda motor. “Orang di kota tidak boleh merasa bangga karena gerejanya besar, harus diketahui banyak jemaat yang datang dari desa,” paparnya. Sementara itu, Drs Proklamasi Naibaho pada kesempatan itu mengatakan, Harian SIB senantiasa mendukung setiap kegiatan gerejawi maupun umat Kristiani. Begitu juga Sidang Majelis Daerah GBI Gembala I Sumut-Aceh dan diharapkan dapat melahirkan program-program guna memajukan gereja dan meningkatkan kualitas iman umat Kristiani, khususnya jemaat GBI.

Proklamasi Naibaho juga mempersilahkan GBI memakai Harian SIB guna memperluas penyebaran Firman Tuhan kepada masyarakat khususnya jemaat GBI. (A12/h)






SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru