Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026
RENUNGAN

Allah Melihat yang Rohani

* ( 2 Korint 4:18) * Oleh Pdt Sunggul Pasaribu,M.PAK
- Minggu, 20 September 2015 13:35 WIB
265 view
Allah Melihat yang Rohani
Seorang pendeta terkenal pada abad ke-19, Charles Haddon Spurgeon, menceritakan kisah mengenai seorang wanita yang berkata kepada Joseph Turner yang sedang melukis, katanya ; "Mengapa Anda memakai warna-warna yang begitu menakjubkan dalam lukisan Anda? Saya belum pernah melihat warna-warna seperti itu di alam." "Tidakkah Anda ingin melihatnya, Bu?" Jawabnya. Jawaban itu sudah cukup. Ia sudah pernah melihatnya sehingga ia dapat melukiskannya, sedangkan wanita tersebut belum pernah melihatnya.

Dengan cara yang sama, orang-orang yang percaya kepada Kristus dapat melihat banyak kebenaran rohani yang tidak dapat dilihat oleh orang yang belum percaya. Saat kita dilahirkan kembali, Roh Kudus di dalam diri kita memberi pengertian mengenai "hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah" (1 Korint 2:10). Dengan bantuan Roh, kita dapat melihat hal-hal mengagumkan dalam Firman Allah yang sama sekali tidak diperhatikan oleh mereka yang buta secara rohani.

Saat Anda dengan setia membaca dan mempelajari Alkitab, saat Anda mendengarkan seorang guru Alkitab yang terpercaya, dan di atas segalanya, saat Anda bersandar pada Roh Kudus, berterimakasihlah bahwa Anda dapat memahami pesan dari Allah. Seperti sang pemazmur, kita seharusnya berdoa, "Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari TauratMu" (Mazmur 119:18). Pengertian dari Kitab Suci hanya tersedia bagi mereka yang memiliki penglihatan rohani.

Demikian juga rasul Paulus berkata ; Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tidak kelihatan adalah kekal." (2 Korintus 4:18). Mungkin saja ada di antara kita, di sekeliling kita yang mudah putus asa, stres dan tidak pernah mengalami terobosan baru dalam hidup. Mengapa? Karena waktu menghadapi masalah dan ujian mereka cenderung melihat itu secara kasat mata (kesementaraan) sehingga mereka mudah terpengaruh keadaan dan terpedaya hasutan-hasutan yang negatif yang melemahkan; akibatnya mereka makin terpuruk dan kalah.

Sesungguhnya setiap masalah adalah suatu kesempatan bagi kita untuk datang kepada Tuhan dan melihat pekerjaanNya yang ajaib dinyatakan atas hidup kita. Masalah dan ujian adalah latihan bagi mata rohani kita untuk melihat alam roh yang tidak kelihatan. Maka rasul Paulus pun tidak memperhatikan yang kelihatan karena yang kelihatan adalah sementara, sehingga masalah, penderitaan dan aniaya tidak sedikitpun menggoyahkan imannya; dia tetap setia mengerjakan panggilan hidupnya. Sebab itu dalam Perjanjian Lama Elisa berdoa supaya Tuhan mencelikkan mata rohani pelayanannya sehingga ia dapat melihat apa yang tidak kelihatan (dalam alam roh). 

Apa yang dapat kita lihat, yang dapat kita miliki,  salah satu keberhasilan kehidupan kita sebagai orang Kristen. Kemampuan melihat dan meraih hal-hal yang tidak kelihatan (2 Korintus 4:18) dapat terjadi jika memiliki iman. Itulah yang diungkapkan oleh Bapa leluruh kita sebagai pahlawan iman : tanpa Iman, tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Namun karena Iman, Henokh terangkat, Karena Iman, Nuh dengan petunjuk Allah tentang suatu yang belum kelihatan mempercayai rencanaNya, Karena Iman, Abrahama taat dan pergi berangkat ke tempat yang dituju, yang belum pernah dia ketahui sebelumnya. Karena iman, mereka merindukan Tanah air Sorgawi (Ibrani 11 : 5 - 26).

Jika kita ingin mendapatkan apa yang kita dambakan, apa yang kita inginkan, yang kita mimpikan dan yang kita cita citakan, maka kita harus mampu berobsesi tentang yang tidak kelihatan, karena apa yang tidak kelihatan dapat diungkap dengan memakai kuasa Allah. Ada 2 hambatan yang membuat kita tidak dapat melihat sesuatu yang tidak kelihatan. Pertama, Perasaan . Kita lebih terpengaruh pada panca-indra dan pengalaman masa lalu (2 Korintus 5:5- 7). Iman tidak berpusat pada perasaan tetapi pada firman Allah (Roma 10: 17). Kedua, Logika (Akal). Kadang kala iman bertentangan dengan akal, namun melampaui akal. Bahkan iman tidak boleh dibatasi oleh logika, karena iman berpusat pada kuasa Allah dan tanpa batas. ( Ayub 11 :7, Roma 10 :17, Efesus 3 :19-21,Filipi4:7).

Oleh karena itu, Tuhan Allah tidak memandang atas penampilan lahiriah manusia, tetapi Allah melihat hati dan batiniah manusia. "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat oleh Allah, manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat yang rohani dalam pikiran, dalam hati, dan dalam jiwa manusia. Milikilah kekayaan rohani jika ingin dipandang dan dinilai oleh Allah. Amin.! (f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru