Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026
RENUNGAN

KedatanganNya Membawa Anugerah

* Oleh : Pdt Sunggul Pasaribu, MPAK
- Minggu, 13 Desember 2015 15:19 WIB
348 view
KedatanganNya Membawa Anugerah
Sebuah cerita karya Ernest Hemingway menyingkapkan kebenaran ini. Seorang ayah Spanyol memutuskan berdamai dengan putranya yang lari ke Madrid. Dengan penuh rasa sesal, sang ayah memasang iklan di surat kabar El Liberal, "Paco temui papa di Hotel Montana hari Selasa tengah hari. Semua sudah dimaafkan. Papa."

Untuk kita ketahui, Paco adalah nama yang sangat umum di Spanyol. Mungkin serupa dengan nama Budi di Indonesia. Di gereja kita saja setidaknya ada tiga rekan bernama Budi. Nah, ketika sang ayah yang sangat merindukan putranya itu datang ke halaman hotel Selasa siang yang dinanti-nanti itu, ia tidak pernah menduga apa yang akan ditemuinya…. sekitar delapan ratus pemuda bernama Paco menunggu ayah mereka. Delapan ratus Paco juga ternyata juga sangat membutuhkan pengampunan ayah mereka.

Bayangkan bagaimana masing-masing Paco itu suatu hari membuka surat kabar dan membaca kalimat itu, "Paco… semua sudah dimaafkan. Papa." Betapa hati mereka terguncang dipenuhi dengan pengharapan yang besar bahwa iklan itu benar ditujukan bagi mereka. Betapa mereka mengharapkan bahwa papa merekalah yang menulis iklan itu. Betapa hati mereka merindukan pengampunan, penerimaan kembali. Betapa dunia membutuhkan anugerah.

Bayangkan pula betapa kagetnya masing-masing Paco ini menemukan delapan ratus  Paco lain yang menanti di tempat yang sama siang itu. Betapa mata mereka terus mencari berkeliling mencari ayah yang mereka rindukan. Dan betapa sakitnya mengetahui bahwa hanya satu Paco yang beroleh anugerah itu, sementara - katakan saja - tujuh ratus sembilan puluh sembilan Paco lain harus pulang dengan kekecewaan yang mendalam dan terus mengharapkan pengampunan.

Begitulah gambaran manusia hidup di dunia ini, betapa kita juga adalah termasuk orang yang membutuhkan anugerah dan keselamatan sepanjang waktu. Karena kita menyadari bahwa belenggu dosa sudah menyelimuti dunia dan manusia. Fakta keberdosaan ini kita sadari, sulitnya kita mendapatkan hak hidup yang selayaknya, kemerdekaan sebagian manusia sedang dirampas oleh penjahat perang, oleh penjahat politik, penjahat ideologi keagamaan, penjahat ekonomi, penjahat kriminal.

Kemanakah lagi dunia akan dapat menemukan kasih karunia selain dari keKristenan? Kita tidak hidup dalam dunia yang dipenuhi anugerah. Di dunia ini, kita mendapatkan yang kita bayar. Selalu ada harga yang harus dibayar untuk memperoleh apa pun. Kita tentu sering mendengar seseorang mengeluh, "Hhhhh… jaman sekarang, kencing pun harus bayar!" Benarlah, ironi ini! Kemana pun kita melangkah dalam dunia ini hampir tidak ada lagi yang gratis.
Beberapa waktu yang lalu, waktu Ernest Hemingway terkena alergi asap dan batuk-batuk terus tanpa berhenti, seorang pemuda yang baik hati menawarkan untuk membelikan dia setabung oksigen murni. Hah?! Ernest Hemingway sampai sempat terkesima. Berapa harganya sebuah tabung kecil? Ernest Hemingway penasaran, lalu bertanya. Sekitar tiga puluh ribuan, jawabnya waktu itu. Luar "binasa"! Untuk bernafas dengan sehat pun harus membayar.

Namun, Tuhan Yesus berkata, "Apa yang kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu… (Yohannes 14:27)" Tuhan Yesus telah menyiapkan kasih karunia untuk kita nikmati, untuk dunia nikmati. Anugerah, pengampunan, dan keselamatan tidak akan saudara temukan di tempat lain, Tuhan Yesus menyediakan semuanya cuma-cuma. Apa yang dunia butuhkan itulah yang disediakan Tuhan. Inilah yang membuat mengapa kita membutuhkan kehadiran Yesus, yang kita nantikan, yang kita rayakan, yang kita percayai.

Masa Advent adalah perayaan masa penantian memasuki masa Natal (masa kelahiran) atas kehadiran sang Messias, raja yang diurapi, raja dunia. Oleh karena ke-Illahian yang melekat pada diriNya dunia menjulukiNya sebagai sang ratu adil sejagad, ratu perdamaian, ratu terindah dan termulia.

Maka keKristenan di saat bulan Desember sekarang dunia pun sedang berkontes pesta rohani karena kita sedang mengelu-elukan kedatangan ratu iman sejagad, dunia pun bergembira karena hati doa dan harapan Messianik para pengikut sejati Kristus telah terjawab.

Namun hal yang tidak boleh kita abaikan, janganlah sukacita yang meluapluap dalam perayaan natal dewasa ini justru hakiki natal melupakan dimensi kemanusiaan dalam misi Kristus ke dunia ini. Jika Tuhan melimpahkan anugerah, dan keselamatan kepada kita hendaklah hidup kita senantiasa mendorong rasa syukur untuk membuahkan kasih Kristus dengan cara agar berkenan berbagi rasa, berbagi kasih, berbagi rejeki kepada yang membutuhkan. Amin.! (r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru