Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026

Dubes Vatikan Tahbiskan 10 Imam Muda

- Minggu, 20 Desember 2015 15:27 WIB
532 view
Dubes Vatikan Tahbiskan 10 Imam Muda
Kupang (SIB)- Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr Antonio Guido Filipazzi mentahbiskan 10 orang Imam baru di wilayah Keuskupan Agung di Taman Ziarah Yesus Maria Desa Oebelo, sekitar 20 km timur Kota Kupang, Selasa (8/12). “Hari ini saya merasa bersukacita karena, bisa mentahbiskan 10 Imam Muda di wilayah Keuskupan Agung Kupang ini,” katanya kepada wartawan di Kupang. Pantauan Antara Pentahbisan 10 Imam Muda tersebut dihadiri oleh ribuan umat Katolik di daratan pulau Timor dan memenuhi lokasi Taman ziarah Oebelo tersebut.

Mgr Antonio menyatakan dengan ditahbiskan menjadi Imam atau pastor, maka sejumlah Imam muda tersebut telah siap untuk mengabdi sepenuhnya kepada Yesus Kristus dan menjadi pewarta Injil Tuhan Yesus Kristus di tengah dunia. Ia juga mengapresiasi kepada orang tua dari kesepuluh Imam Baru tersebut yang rela memberikan anak mereka untuk mengabdi seumur hidup kepada Yesus Kristus? Pentahbisan yang dilakukan pada Selasa ini, kata Mgr Antonio, memberikan suka cita yang berlimpah kepada orang tua dari kesepuluh Imam muda tersebut, sahabat dekat juga bagi kongregasi yang telah mendidik mereka (Imam muda) untuk menjadi pelayan Yesus Kristus. “Saya mengucapkan terima kasih, kepada Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turan karena diberikan kesempatan untuk mentahbiskan 10 imam baru ini,” tuturnya.

Ketua Panitia Pentahbisan Imam Baru Damyan Godho kepada wartawan di Kupang, mengatakan pentahbisan para Diakon menjadi imam baru merupakan sebuah tradisi Gereja Katolik. Para Diakon dalam hirarki Gereja Katolik adalah pembantu Uskup dan Imam dalam pelayanan terhadap umat beriman. Mereka ditahbiskan untuk mengambil bagian dalam imamat jabatan. Karena tahbisannya ini, maka seorang Diakon masuk dalam kalangan hirarki gereja. Para imam baru tersebut wajib mengembangkan rahmat Pentahbisan dalam penghayatan iman, harapan dan cinta, dalam hidup sesuai dengan Roh Kudus, karena sakramen yang diterimanya hanya sekali seumur hidup.

Dengan sakramen tersebut maka seorang manusia diangkat untuk mengabdikan hidupnya sebagai citra Kristus. “Dalam tradisi Gereja Katolik, Imamat yang diterima para imam baru itu adalah satu pelayanan. Ia ada sepenuhnya untuk Allah dan manusia. Ia bergantung seutuhnya dari Kristus dan imamat-Nya yang satu-satunya dan ditetapkan demi kesejahteraan manusia dan persekutuan Gereja. Damyan Godho mengatakan para diakon yang akan ditahbis menjadi imam baru tersebut masing-masing adalah Diakon Januario Gonzaga, Diakon Yeremias S Kewohon, Diakon Longginus Bone, Diakon Yohanes Tnomel, Diakon Yakobus Longa. Selain itu, Diakon Yudokus Kristian Mariman, Diakon Milikhiur Tamelab, Diakon Melkurius Theodorus Abatan, Diakon Salestinus Bani dan Diakon Vianey Fialay Akoit. “Ada tujuh diakon dari konggregasi imam projo dan tiga orang lainnya dari konggregasi MSsCc, dan mereka hari ini sudah resmi menjadi Imam baru dan dipanggil Romo atau Pater bukan lagi Diakon,” ujarnya. (SP/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru