Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026

Pohon Natal Toleransi Berdiri di Depan Masjid Lebanon

* Warga Non-Kristen Dukung Perayaan Natal di Yordania
- Minggu, 20 Desember 2015 15:31 WIB
682 view
Pohon Natal Toleransi Berdiri di Depan Masjid Lebanon
Pohon Natal Toleransi Berdiri di depan Masjid di Lebanon.
Beirut (SIB)- Kota Beirut Lebanon membuktikan bahwa keberagaman dapat berdampingan secara damai dan indah jika dimaknai dalam semangat kebersamaan. Hal itu ditunjukkan dengan pemasangan sebuah pohon natal ukuran besar yang tepat berdiri di depan Masjid Al-Amin.

Pohon Natal itu dirancang oleh perancang busana ternama Lebanon, Elie Saab, dan pendirian Pohon Natal itu memang dimaksudkan untuk memperingati hari Natal, 25 Desember mendatang. Untuk itulah pada Jumat, 11 Desember lalu, digelar perayaan kembang api di kompleks tersebut, menandai dimulainya Festival Natal 2015.

Beirut memang dikenal sebagai kota yang memiliki penduduk dengan kepercayaan beragam di Timur Tengah. Dua yang paling dominan adalah umat Muslim dan Kristiani. Walaupun wilayahnya kecil, negara ini tidak bebas konflik karena berbatasan dengan Suriah dan Israel.

Di Facebook BBC Indonesia, pohon Natal di depan masjid ini banyak menuai pujian. "Indahnya rasa saling menghargai," kata satu pengguna. Lainnya mengatakan, "Wow, indah sekali, kalau di Indonesia seperti ini pasti aman (dan) nyaman." Walau begitu, foto-foto ini juga menuai perdebatan tentang batas toleransi. Ada yang mengatakan tidak setuju dengan konsep itu, namun banyak juga yang mendukungnya.

Warga Non-Kristen

Sementara itu, warga non Kristen di Yordania menunjukkan toleransinya dengan ikut berkumpul di bawah pohon Natal di gereja Lutheran, dekat situs baptisan Yesus pada akhir pekan lalu menyambut Natal.

Dukungan ini dipandang sebagai wujud dari kerukunan hidup antarumat beragama di Yordania. Warga non Kristen dilibatkan untuk ikut serta memasang lampu di pohon Natal setinggi 12 meter itu. Aksi damai ini juga dilengkapi dengan penyampaian pesan damai kepada semua umat dan seluruh jajaran kepolisian Yordania yang bertugas mengkawal keamanan selama perayaan Natal.

Acara ini diselenggarakan Presiden Federasi Lutheran Sedunia di Shouneh. Di tengah-tengah penyalaan lampu pohon Natal, dia menyampaikan pesan damai agar umat Kristen dan Non-Kristen di seluruh dunia bisa hidup saling berdampingan.

"Yordania telah menjadi model (kerukunan hidup beragama, red) dan jika itu mungkin terjadi di Yordania, itu juga mungkin terjadi di seluruh dunia," ucapnya, Selasa (15/12).

Seperti diketahui, Yordania dikenal sebagai negara dimana Yesus dibaptis di Sungai Yordan yang terletak di sebelah barat Israel dan timur Yordania.

Selain itu, Yordania juga menyimpan sejarah lain dari pelayanan Yesus, seperti tempat Yesus beristirahat di Yeriko dan tempat Yesus berdoa dengan para murid-murid pertama-Nya.

Sementara umat Kristiani Yordania dikenal menjadi salah satu komunitas Kristen tertua di dunia. Kekristenan sudah ada di Yordania setelah penyaliban Yesus di awal abad ke-1 Masehi. Populasi umat Kristen terbilang lebih rendah dari warga Muslim yang semakin dipadati para pendatang dari negara tetangga, Suriah dan Lebanon. Meski begitu, sejarah penting kehidupan Yesus yang sebagian besar berada di Yordania tetap dilestarikan dan banyak dikunjungi peziarah dari berbagai belahan negara. Hal itu menjadi salah satu alasan umat beragama di negara ini saling menghormati dan hidup rukun. (Christiantoday.com/jc/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru