Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026
Pdt Estomihi Hutagalung MTh:

Jangan Hidup Tanpa Bepengharapan, Bekerjalah dengan Ikhlas dan Berkualitas

- Minggu, 31 Januari 2016 16:18 WIB
548 view
Jangan Hidup Tanpa Bepengharapan, Bekerjalah dengan Ikhlas dan Berkualitas
Medan (SIB)- Keluarga besar Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) dan PT Sere Megawati menggelar syukuran Tahun Baru 2016, Sabtu (23/1) di lantai 3 aula Kantor SIB Jalan Brigjen Katamso Medan. Syukuran tersebut dihadiri Pemimpin Umum Ny DR GM Panggabean R br Hutagalung, Pemimpin Redaksi GM Immanuel Panggabean BBA, menantu dan para cucu. Hadir pula Wakil I Pemred Ir Parluhutan Simarmata, Wakil II Pemred Drs Proklamasi Naibaho, Penjab Drs Victor Siahaan, SH MHum dan para Kepala Biro dan Sub Biro, wartawan se Indonesia, Rektor UNITA Adriani Siahaan SP MP,  Wakil Rektor Talenta Banjarnahor SE MSi dan Kepala Staf BPH Yayasan Dr Mahriyuni.

Pdt Estomihi Hutagalung MTh dari Gereja Methodist Indonesia (GMI) mengatakan, manusia memiliki tiga tipikal dalam menghadapi fakta hidupnya. Pertama adalah tipikal apatis dan hopeless. Kemudian tipikal idealis dan tipikal realistis optimis.

Hal itu disampaikan Pdt Estomihi Hutagalung MTh dari Gereja Methodist Indonesia (GMI) kepada segenap jajaran Harian SIB dan Sere Megawati yang mencetak SIB dalam pelayanan khotbah Syukuran Tahun Baru 2016 kedua perusahaan itu.

Ia menguraikan manusia tipikal apatis adalah orang yang tidak berpengharapan, baginya hidup adalah rutinitas dan cenderung memengaruhi orang lain bersikap negatif.

Baginya hidup adalah rutinitas bekerja ke kantor dan pekerjaan adalah hanya sebuah rutinitas. Kalau manusia sudah berada pada titik aman, ia cenderung akan apatis.

Sementara manusia dengan tipikal idealis menjalani  hidup ini harus dengan serba sempurna. Kerjanya hanya mengritik. Tipe seperti ini kadang lupa siapa dirinya, semua hanya khayalan, ujar Pdt Estomihi seraya mencontohkan ibarat seseorang yang selalu mendambakan hal - hal yang lebih sempurna dalam hidupnya namun tak berbuat apa-apa.

Sedangkan tipikal yang ketiga yakni manusia yang realistis optimis adalah orang yang selalu menyadari fakta dirinya sebagai apa. Apakah sebagai pendeta, wartawan atau profesi lainnya.

“Fakta itulah yang membuat kita harus merekonstruksi hidup untuk memahami Tupoksi tugas kita, ajaknya sambil menekankan perlunya belajar menjadi manusia tipikal yang realistis dan optimis.

Sebab jika tidak, maka kita akan menjadi manusia yang menilai sesuatu dengan cara yang negatif. Jadi harus tetap bersyukur terhadap apa yang disediakan Tuhan dalam kehidupan kita. Karena rasa bersyukur akan mendorong setiap orang untuk melihat sesuatu hal yang positif dari dirinya. Orang bersyukur juga mampu memanaje waktu, pembicaraan dan pola pikirnya dengan baik.

DAYA  AJAK SIB
Saya menulis dari sisi injil. Bila disampaikan melalui gereja akan terbatas sekali pewartaannya. Namun kalau melalui koran SIB maka puluhan ribu orang akan membacanya. Untuk itu dia bersyukur dengan keberadaan SIB serta mengharapkan kerja ikhlas dan berkualitas dari seluruh jajaran keluarga besar SIB dan Sere Megawati.

“Maka kita harus bekerja keras, ikhlas, tuntas serta berkualitas. Walaupun Pak GM Panggabean telah tiada, tapi spiritnya tidak mati, harus tetap hidup di dalam diri kita. Semangatnya akan tetap hidup di koran SIB ini. Sehingga koran ini memiliki daya ajak bagi semua.

Faktanya kita sebagai wartawan, karyawan, redaksi di dalam keluarga SIB dan PT Sere Megawati, patut disyukuri dan menyadari  hal positif dari diri kita. Bekerjalah dengan baik, ikhlas tuntas dan berkualitas,” paparnya. (A12/Dik-AB/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru