Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026
RENUNGAN

Memahami Cinta dengan Waktu

* Oleh: Pdt. Sunggul Pasaribu, MPAK
- Minggu, 07 Februari 2016 14:14 WIB
391 view
Memahami Cinta dengan Waktu
Pada jaman dahulu, terdapatlah sebuah pulau di mana segala perasaan tinggal, seperti; Kebahagiaan, Kesedihan, Pengetahuan, dan segala yang lain, termasuk Cinta. Pada suatu hari, diumumkanlah kepada perasaan-perasaan itu bahwa pulaunya akan segera tenggelam, maka semuanya harus membangun perahu lalu pergi. Kecuali Cinta.

Cinta adalah satu-satunya yang tinggal. Cinta ingin bertahan hingga saat-saat terakhir. Ketika pulau itu sudah hampir tenggelam, Cinta memutuskan mencari pertolongan. Tiba-tiba Kekayaan melewati Cinta dalam sebuah perahu besar. Cinta mengatakan, : "Kekayaan, apakah aku boleh ikut?". Lalu Kekayaan pun menjawab, "Tidak. Perahuku penuh dengan emas dan perak. Tidak ada tempat untukmu".

Cinta memutuskan untuk meminta pertolongan kepada kesia-siaan yang juga sedang lewat dalam sebuah kapal yang indah. "Kesia-siaan, tolonglah".
"Aku tidak mungkin menolongmu. Kamu basah kuyup, jangan-jangan perahuku rusak nanti." Demikian Kesia-siaan menjawab. Beberapa saat kemudian, Kesedihan pun lewat, maka Cinta pun meminta tolong, "Kesedihan, ijinkanlah aku ikut".

"Oh, Cinta, aku sedih sekali sehingga aku perlu menyendiri!". Kebahagiaan pun juga lewat namun ia demikian bahagianya sehingga bahkan tidak mendengar ketika Cinta memanggilnya dengan sekuat-kuatnya.

Tiba-tiba terdengar suara, "Ayo, Cinta, aku akan mengajakmu. " Ternyata itu suara salah satu senior. Demikian bahagia dan sukacita. Cinta bahkan lupa menanyakan kepada senior, ke mana mereka menuju. Ketika mereka tiba di tanah yang kering, sang senior melanjutkan perjalanannya. Menyadari betapa ia berutang budi kepada sang senior, Cinta pun menanyakan kepada Pengetahuan, yang juga senior, "Siapa yang menolong aku itu?"

"Waktu", jawab Pengetahuan. "Waktu?" Demikian Cinta bertanya heran. "Mengapa Waktu menolongku?". Pengetahuan pun tersenyum dengan hikmat mendalam, dan menjawab, "Karena hanya Waktu yang sanggup memahami, betapa berharganya Cinta".

Ketika kita menghadapi masalah dalam kehidupan ini terkadang kita menjadi bingung, kita merasa orang yang paling malang, perasaan malam hari padahal hari masih siang, kita merasa jenuh menunggu beberapa menit saja pun, kita selalu kurang sabar menunggu giliran. 

 Kitab Pengkhotbah memberi nasehat untuk memahami cinta dan kasih Tuhan bahwa "ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai. Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah? Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya" (Pengkhotbah 3:8-10).

Betapapun kita sedang sakit ingatlah bahwa pagi akan kita lewati kemudian tiba di waktu siang hari, sore dan malam. Ketika kita menghadapi ujian seiring waktu persiapan yang telah kita pakai maka kita akan dapat menjawab soal ujian meskipun mungkin tidak semua benar terjawab.

Oleh karena itu, lebih lanjut pengkhotbah berkata, segala sesuatu ada waktunya, ada waktu menangis-ada waktu tertawa, ada waktu menanam- ada waktu memanen, ada waktu meratap-ada waktu tertawa, ada waktu untuk merombak-ada waktu untuk membangun. 

Jika kita memahami bahwa ada waktu yang disediakan Tuhan untuk kita lalui, hal itu berarti dibutuhkan kesabaran, ketabahan, dan waktu perenungan. 

Dapatlah kita mengambil kesimpulan bahwa ternyata, menurut keimanan bahwa ada hubungan Cinta Kasih Tuhan dengan waktu yang tersedia bagi kita. 

Pantaslah ada petuah yang mengatakan: untung tidak dapat diraih - malang tidak dapat ditolak manusia. Mengapa? Karena segala sesuatu ada waktunya, dan waktu menentukan kapan kita meraih keuntungan, waktu jua yang membuat kita terkadang menjadi orang yang belum beruntung saat ini. Waktu juga membuat seorang mendapatkan keberhasilan (faktor lucky) karena tidak ada orang yang tepat dan waktu tepat sehingga orang itu mendapatkan jabatan, rejeki, atau meraih keuntungan meskipun menurut kita belum orang itu yang sebenarnya di tempat itu.

Namun pengalaman apapun itu; suka dan duka, manis dan pahit, suka atau tidak suka, benar atau salah, orang yang tepat atau orang yang salah, bahwa Cinta Tuhan tidak pernah berubah dan akan diberiNya segera serta akan dinyatakanNya pada waktu dan kepada orang yang tepat pada waktu yang Tuhan tentukan. Percayalah, Tuhan tidak pernah ingkar janji, karena Dia bekerja menurut waktu bukan menurut hitungan manusia. Amin.! (d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru