Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 Juli 2026

Bang Ara Ajak Pimpinan Mahasiswa Terus Bersuara Bela Pancasila ​​

- Jumat, 23 Juni 2017 11:05 WIB
397 view
Bang Ara Ajak Pimpinan Mahasiswa Terus Bersuara Bela Pancasila ​​
SIB/dok
Politikus muda PDI Perjuangan yang juga Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP), Maruarar Sirait,saat memberikan sambutan
Jakarta (SIB)- Politikus muda PDI Perjuangan yang juga Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP), Maruarar Sirait, mengajak semua pemuda dan elemen bangsa untuk terus menjaga dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini disampaikan Maruarar dalam Buka Puasa Bersama yang dilaksanakan DPP TMP dengan tema "Kita Genggam Erat Nilai Demokrasi dan Kebhinbekaan" di kantor DPP TMP, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis sore (22/6/2017).

Selain sekitar datang sekitar 800 hadirin dan sekitar 120 anak yatim yang mendapat santunan dan bantuan, hadir pula sejumlah pimpinan gerakan mahasiswa yang memeriahkan acara. Di antara mereka adalah Ketua Umum KAMMI Kartika Nur Rakhman, Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir, Sekjen GMNI Pius Brio, Ketua Umum GMKI Sahat Martin Philip Sinurat, Ketua Umum PMKRI Angelius Wake Kako. Ketua Umum Presidium Pusat HIKMAHBUDHI Sugiartana, perwakilan DPP KMHDI serta perwakilan DPP IMM.

Hadir pula pimpinan Garda Pemuda Nasdem, Banser Ansor dan Gema Hanura. Juga hadir Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indoneesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia dan anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Sukur Nababan dan Arteria Dahlan.

Maruarar Sirait mengajak semua para hadirian dan terutama para aktivis gerakan mahasiswa untuk terus menjaga dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia percaya, mayoritas warga Indonesia adalah para pecinta Pancasila. Namun selama ini mereka diam dan tak bersuara.

"Saatnya kita membela Pancasila secara terang-terangan. kita harus bersuara," kata Maruarar, dalam sambutannya di kantor DPP TMP, Jalan Cik Ditiro Menteng, Jakarta Pusat, Kamis sore (22/3).

Ketua Umum PB HMI Mulyadi T Tamsir mengatakan bahwa sejatinya, persoalan demokrasi dan kebhinnekaan di Indonesia sudah selesai, final dan tuntas. Mayoritas umat Islam mengakui demokrasi sebagai nilai-nilai yang inheren dengan nilai-nilai Pancasila.

"Bila pun ada persoalan dalam satu dua kasus, bukan karena kebhinnekaan itu sendiri, melainkan karena ketidakadilan. Maka hita harus bersama-sama perjuangkan keadilan," kata Mulyadi.

Hal senada disampaikan Ketua Umum KAMMI Kartika. Kartika memastikan  bahwa kebhinekaan merupakan anugerah Tuhan yang luar biasa.

"Perbedaan ini merupakan modal utama untuk persatuan, bukan untuk perpecahan," ungkap Kartika. (R24/rel)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru