Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 01 Juli 2026

Maruarar Sirait: Jokowi Kerja Keras Wujudkan Pemerataan Ekonomi

- Sabtu, 15 Juli 2017 09:10 WIB
579 view
Maruarar Sirait: Jokowi Kerja Keras Wujudkan Pemerataan Ekonomi
sib/dok
Medan (SIB)- Saat ini, pemerintahan Presiden Joko Widodo sedang kerja keras wujudkan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi. Pertumbuhan dan pemerataan ini harus dilaksanakan seiring dan sejalan.

"Buat apa pertumbuhan kalau tak ada pemerataan. Jadi harus ada pemerataan ekonomi," kata anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, sat menjadi pembicara dalam acara Seminar Nasional dengan tema "Peran Industri Jasa Keuangan dalam mendukung Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara" di Medan, Sumatera Utara (Jumat, 15/7).

Dalam acara ini hadir anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Nelson Tampubolon; Direktur Bisnis Dan Komersil BRI Donsuwan Simatupang dan staff ahli Bidang Pengamanan Pasar Kementerian Perdagangan Sutrisno Edi; dan Wakil Ketua Umum KADIN Sumatera Utara Khairul.

Maruarar mengatakan keseriusan Presiden Joko Widodo ini sangat jelas nyata. Selain mau mewujudkan tujuan wisata tingkat dunia, termasuk di dalamnya Danau Toba, Jokowi juga terus mengontol perkembangan pembangunan jalan tol, pelabuhan dan pembangunan jalan di berbagai kota di Indonesia. 

Beberapa bulan lalu, Maruarar ikut serta dalam rombongan Presiden Joko Widodo mendatangi Aceh, Kalimantan Selatan, Maluku, Maluku Utara dan Papua. Di Papua bahkan Presiden Joko Widodo nge-trail untuk melihat pembangunan langsung jalan. 

"Transportasi dibangun, bagaimana perkembangan jalan tol diawasi terus, kawasan wisata termasuk Danau Toba diperhatikan. Ini langkah nyata Presiden Jokowi mau membangun Indonesia dari pinggiran agar ekonimi Indonesia merata dan Indonesia terjaga dengan utuh," kata Maruarar, di hadapan 200 peserta yang mencerminkan stakeholder dunia usaha dan perbankan.

Menurut Maruarar, bisa saja Joko Widodo membangun untuk wilayah padat penduduk saja demi tujuan pragmatis. Namun pilihan ini bukan pilihan Jokowi. Selain menciptakan program jangka pendek, Jokowi memilih jangka menengah dan panjang dengan memilih pembenahan secara struktural.

"Ini pilihan Pak Jokowi, membangun dari pinggiran, dengan minus penduduk. Ini untuk menjaga keutuhan Indonesia," ungkap Maruarar. (R24/rel)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru