Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 08 September 2026

Puluhan Warga Datangi Kantor Camat Lau Baleng, Desak Tutup Judi Tembak Ikan

Redaksi - Selasa, 03 Maret 2020 17:07 WIB
3.877 view
Puluhan Warga Datangi Kantor Camat Lau Baleng, Desak Tutup Judi Tembak Ikan
Foto SIB/Theopilus Sinulaki
DATANGI KANTOR CAMAT : Puluhan warga desa Buluh Pancur dan Perbulan mendatangi Kantor Camat Lau Baleng untuk mendesak Muspika agar menutup judi ikan-ikan, Selasa (3/3/2020). 
Tanah Karo (SIB)
Puluhan warga Desa Buluh Pancur dan Perbulan Kecamatan Lau Baleng, Karo, mendatangi kantor Camat Lau Baleng, Selasa (3/3/2020). Mereka mendesak agar Muspika menutup judi tembak ikan yang meresahkan warga.

Kedatangan warga Buluh Pancur diterima Sekcam Suardi, Kanit Binmas Polsek Mardinding Ipda G Limbong, Kanit Intel Aiptu Tamba dan anggota Koramil 09 Lau Baleng. Warga yang didominasi kaum ibu didampingi anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Buluh Pancur Deny Tarigan dan Kepala Desa Buluh Pancur Terima Gurukinayan. Mereka meminta kepolisian segera menutup segala praktek perjudian karena sudah meresahkan warga.

"Kami para ibu-ibu rumah tangga sudah resah dengan adanya praktik perjudian seperti judi tembak ikan dan togel. Karena tingkat pencurian semakin meningkat. Untuk itu kami meminta agar judi ikan-ikan segera ditutup," kata Asnita Br Ginting dan Sabar Kita Br Tarigan.

Sementara Ipda G Limbong menegaskan, pihaknya akan segera berkordinasi dengan pimpinan, dan bersama Muspika turun ke lapangan untuk menutup judi ikan-ikan tersebut.

Setelah mendengar komitmen pihak Muspika untuk menutup judi ikan-ikan itu, warga akhirnya meninggalkan kantor Camat Lau Baleng dengan tertib.

Secara terpisah gelombang "emak-emak" (kaum ibu) dari Desa Perbulan Kecamatan Lau Baleng juga mendatangi kantor Camat didampingi anggota DPRD Karo Yudi Yahya Ginting dari Fraksi Gerindra. Mereka juga meminta agar judi ikan-ikan segera ditutup.

Seperti yang disampaikan Nande Dedi br Sembiring ketika dimintai SIB keterangannya terkait kedatangannya di kantor camat. Menurutnya, mereka juga mendesak agar Muspika segera menutup praktik perjudian di desa Perbulan, karena belakangan ini aksi pencurian meningkat, sehingga meresahkan warga, ungkapnya. (*)

Editor
:
SHARE:
komentar
beritaTerbaru