Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 12 Februari 2026

Pasar Gelugur Rantauprapat Mulai Tidak Aman, Pencopet Berkeliaran

Redaksi - Selasa, 19 Mei 2020 21:19 WIB
1.179 view
Pasar Gelugur Rantauprapat Mulai Tidak Aman, Pencopet Berkeliaran
Foto SIB/Efran Simanjuntak
Pasar Gelugur Rantauprapat
Rantauprapat (SIB)
Komplotan pelaku kejahatan pencopetan mengincar Pasar Gelugur Rantauprapat. Kondisi pasar mulai ramai menjadi ancaman bagi warga yang berbelanja atau pengunjung, terutama kaum ibu rumah tangga. Berhati-hatilah!

Keberadaan pencopet terungkap setelah seorang ibu rumah tangga (IRT) mengaku kecopetan saat berbelanja di pusat pasar itu.

"Sudah ada korban yang melapor kehilangan sewaktu berbelanja di area pasar ikan," kata Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Chauruddin Nasution saat berbincang dengan wartawan saat memantau situasi pasar, Selasa (19/5/2020).

Menurutnya, para pelaku tergolong profesional. Saat kejadian, korban tidak tahu dan tidak merasa dicopet. Para pelaku juga bekerja secara berkelompok.

“Kejadiannya pagi hari. Mereka (pencopet) berkelompok, bukan satu orang. Sudah cukup profesional,” ujarnya.

Pasar Gelugur memang dilengkapi CCTV serta petugas pengamanan. Namun saat ini CCTV tidak berfungsi, karena rusak. Sehingga pengunjung harus tetap waspada.

"CCTV-nya sudah dua minggu rusak dan belum diperbaiki. Sedangkan untuk antisipasi lain, kita memanfaatkan tenaga pengamanan dan menyampaikan imbauan ke pengunjung setiap hari menggunakan alat pengeras suara,” sebutnya.

Dia menyebut, perbaikan CCTV itu butuh proses karena menyangkut anggaran. Namun pihaknya tetap menyiagakan Satpam setiap hari untuk keamanan pasar.

Ia mengakui perlunya penambahan tenaga pengamanan pasar tersebut, mengingat tingginya aktivitas jual-beli di Pasar Gelugur menjelang hari raya Idul Fitri. Saat ini, para pengunjung ramai dan berdesakan.

Salah satu korban aksi kriminal itu adalah keluarga wartawan. Korban mengadukan hal tersebut ke pihak Disperindag, selaku pengelola Pasar Gelugur dan pihak terkait.

“Saya kecopetan tadi siang sekitar pukul 12:00 WIB di halaman Pasar Gelugur. Kadis Perindag mengarahkan saya melapor ke kantor polisi," keluh korban.

Para pedagang Pasar Gelugur juga membutuhkan pengamanan. Selain menjaga keamanan barang dagangan, penjualan akan naik kalau masyarakat yang datang berbelanja ramai karena merasa aman dan nyaman berbelanja di pasar itu. (*)


Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru