Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Februari 2026

Pengguna Jalan Takut, Jalinsum Parapat di Nagori Pondok Bulu Terancam Putus

Redaksi - Rabu, 29 Juli 2020 17:54 WIB
767 view
Pengguna Jalan Takut, Jalinsum Parapat di Nagori Pondok Bulu Terancam Putus
Foto SIB/Linggom Parhusip
NYARIS PUTUS : Jalinsum Pematangsiantar-Parapat di Nagori Pondok Bulu Kecamatan Dolok Panribuan, Simalungun, nyaris putus dan ancam keselamatan pengguna jalan, Rabu (29/7/2020).
Tiga Dolok (SIB)
Jalan Lintas Sumatera Pematangsiantar-Parapat di wilayah Nagori (desa) Pondok Bulu Kecamatan Dolok Panribuan Simalungun, terancam putus. Saat ini setengah badan jalan sudah termakan longsor ke dalam jurang berkedalaman puluhan meter.

"Kondisi jalan Parapat di Nagori Pondok Bulu, sudah mengkuatirkan karena setengah badan jalan sudah dimakan jurang dan badan jalan juga tidak dapat dilalui kendaraan untuk saling berpapasan. Lokasi jurang juga tepat di tikungan berbalas-balasan sehingga tambah mengkuatirkan dan mengancam keselamatan pengguna jalan," ujar warga marga Sinaga, Sitinjak dan Simbolon di jalan Parapat ke hariansib.com, Rabu (29/7/2020).

Sinaga yang mengaku setiap hari melintas di jalan tersebut mengatakan, beberapa bulan terakhir kondisi Jalinsum Parapat di Pondok Bulu, sudah longsor dan setiap minggu semakin melebar hingga setengah gorong-gorong badan dan tembok penahan-pun sudah ikut rubuh ke jurang.

Marga Stinjak menambahkan di beberapa titik kondisi badan Jalinsum Parapat mengancam keselamatan pengguna jalan, karena di sepanjang jalan banyak longsor dan belum ada tanda-tanda perbaikan.

"Kita takut melintas di Jalinsum Parapat karena kuatir sewaktu-waktu badan jalan longsor ketika kendaraan melintas," kata Sitinjak.

Para pengguna jalan berharap instansi terkait untuk segera memerbaiki titik longsor di sepanjang Jalinsum Pematangsiantar-Parapat khususnya di Desa Pondok Bulu sebelum akses menuju Pematamgsiantar-Parapat dan sebaliknya lumpuh total.

Amatan di lapangan, kondisi longsor semakin melebar. Setengah gorong-gorong jalan patah, pengaman jalan (gadril) dan tembok penahan rubuh ke jurang. Badan jalan semakin sempit dan kedua jalur tidak bisa dilalui untuk berpapasan.(*)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru