Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 19 Maret 2026

Protes Jalan Rusak, Warga Seipenggantungan Unjuk Rasa di Kantor Bupati Labuhanbatu

Redaksi - Senin, 03 Agustus 2020 17:35 WIB
733 view
Protes Jalan Rusak, Warga Seipenggantungan Unjuk Rasa di Kantor Bupati Labuhanbatu
Dok/Andi
DEMONSTRASI: Seratusan warga yang tergabung dalam kelompok Rakyat Pesisir Desa Seipenggantungan Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu bersama Gerakan Mahasiswa Labuhanbatu (Gemerlab) dan Posko Perjuangan Rakyat Sumatera Utara (Pospera Sumut
Labuhanbatu (SIB)
Seratusan warga yang tergabung dalam kelompok Rakyat Pesisir Desa Seipenggantungan Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu bersama Gerakan Mahasiswa Labuhanbatu (Gemerlab) dan Posko Perjuangan Rakyat Sumatera Utara (Pospera Sumut) berunjukrasa di depan Kantor Bupati Jalan Sisingamangaraja Rantauprapat, Senin (3/8/2020), memprotes buruknya infrastruktur ke desa mereka. Masyarakat juga mempertanyakan kenapa akses jalan lintas ke desa mereka belum dibangun.

Demonstran mengeluhkan, akibat belum tersentuhnya pembangunan jalan ke Desa Seipenggantungan, harga hasil pertanian petani, seperti padi, jagung dan kelapa sawit menjadi anjlok. Petani terus merugi.

"Saat ini desa kami panen jagung, namun karena musim penghujan dan buruknya akses jalan, sehingga sulit dilalui sarana transportasi karena belum tersentuh pembangunan. Akibatnya, harga hasil-hasil pertanian menjadi rendah. Kami masyarakat petani terus merugi," ujar koordinator aksi, Rizki Yusuf Siregar menyampaikan orasinya.

Koordinator lapangan, Sae Armansyah Hutosaoit, menyebut, akibat jalan umum yang selalu becek dan berlumpur di musim hujan seperti saat ini, warga juga kesulitan untuk beribadah ke mesjid, mushola dan gereja.

"Jadi, kami meminta Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu segera merealisasikan pembangunan jalan lintas di Desa Seipenggantungan, karena sudah puluhan berlumpur," tegasnya.

Dalam aksi ini, demonstran juga membagi-bagikan pernyataan sikap mereka kepada wartawan, masyarakat, pihak kepolisian dan pihak Pemkab.

Demonstran menyatakan, kemerdekaan Indonesia telah memasuki 75 tahun, namun hingga saat ini kemerdekaan yang diwariskan para pejuang kemerdekaan belum dirasakan masyarakat Desa Seipenggantungan, Kecamatan Panai Hilir, wilayah pesisir di Kabupaten Labuhanbatu.

"Masyarakat harus berjalan di atas lumpur setiap hari, baik ke sekolah, ke mesjid, ke gereja dan ke manapun. Penderitaan ini telah kami rasakan berpuluh-puluh tahun lamanya," ungkap mereka dalam pernyataan sikap itu.

"Berkali-kali kami hanya menjadi objek untuk dibohongi dengan janji-janji manis para pemimpin kabupaten ini sejak puluhan tahun. Namun saat ini kami telah sadar, bahwa kami harus bersuara," tambah demonstran.

Atas dasar penderitaan itu, demonstran menuntut Pemkab Labuhanbatu untuk segera merealisasikan pembangunan jalan lintas di Desa Seipenggantungan karena sudah puluhan tahun tidak layak untuk dijalani. Kemudian, sebagai bangsa yang merdeka, masyarakat memiliki hak untuk merasakan hasil pembangunan.

Setelah 1 jam lebih berorasi, 10 orang perwakilan pengunjukrasa diajak masuk ke kantor bupati. Mereka sedang berdialog dengan pejabat berwenang di ruang rapat kantor bupati tersebut. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru