Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 13 Februari 2026

Plt Wali Kota Medan Ajak Pedagang Pusat Pasar Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Redaksi - Minggu, 06 September 2020 19:26 WIB
477 view
Plt Wali Kota Medan Ajak Pedagang Pusat Pasar Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19
Foto SIB Dok Humas Pemko Medan
Sampaikan Ajakan : Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menyampaikan ajakan kepada seluruh pedagang dan pembeli untuk senantiasa mengikuti protokol kesehatan usai Salat Jumat di Masjid Raya Pusat Pasar Medan, Jumat (4/9/2020). 
Medan (SIB)
Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengajak seluruh pedagang dan pembeli di Pusat Pasar untuk senantiasa mengikuti protokol kesehatan, terutama pemakaian masker guna mencegah terjadinya penularan Covid-19. Sebab, warga yang terpapar virus corona di Kota Medan terus bertambah dan belum diketahui sampai kapan pandemi Covid-19 berakhir.

“Penularan Covid-19 sampai saat ini belum menurun di Kota Medan. Untuk itu, saya mengajak semua bersama-sama menghentikan penularan Covid-19. Salah satunya dengan melaksanakan protokol kesehatan, terutama pemakaian masker. Walaupun tidak menjamin 100 persen, tapi pemakaian masker merupakan ikhtiar kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Akhyar usai melaksanakan Salat Jumat di Masjid Raya Pusat Pasar Medan, Jumat (4/9/2020).

Diungkapkan, berdasarkan data yang dilansir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan, jumlah warga yang positif sebanyak 4.182 orang. Separuh dari jumlah itu, jelasnya, kini menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan hampir 2.000 lainnya telah sembuh setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Akibat terus bertambahnya jumlah warga yang positif Covid-19, ungkapnya, rumah sakit di Kota Medan sudah penuh dan kewalahan untuk memberikan pelayananan kesehatan. Karena itu Akhyar mengajak semua pihak untuk menghentikan penularan Covid-19, sebab cukup berat menjalani perawatan jika telah positif Covid-19.

Diakui, dirinya sudah menjalaninya. Setelah dinyatakan positif Covid-19, dia harus menjalani perawatan di rumah sakit selama 14 hari. Setelah dinyatakan negatif, dia pun tidak bisa langsung berbaur kembali dengan masyarakat karena harus kembali menjalani isolasi mandiri selama 2 minggu.

“Selain tidak bisa berjumpa dengan siapapun, secara psikologi pun terganggu. Hanya kekuatan iman dan keikhlasan kita terhadap ketentuan Allah hingga kuat menghadapinya. Di samping itu upaya yang terus dilakukan untuk mengobatinya. Alhamdulillah, setelah menjalani perawatan selama 14 hari, saya akhirnya dinyatakan negatif,” ungkapnya.

Terkait itu, Akhyar mengajak seluruh pedagang dan pembeli di Pusat Pasar untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Apabila penyebaran Covid-19 tidak terputus dan berakhir, tegasnya, akan ada siklus ekonomi yang terputus walaupun pemerintah pusat ada memberikan anggaran bantuan.

“Jadi mari kita bersama-sama menghentikan penyebaran virus Corona, salah satunya dengan memakai masker,” imbaunya.
Di kesempatan itu Akhyar juga kepada para pedagang, terhitung 20 Nopember berakhir kontrak Build Operate Transfer (BOT) antara Pemko Medan dengan PT Brahmana Debang Kencana. Diungkapkan, Pemko Medan saat ini sedang mengevaluasi untuk menetapkan kepada siapa pengelolaan Pusat Pasar akan diserahkan selanjutnya.

“Kami sedang mengkajinya dan belum ada keputusan. Setelah berakhirnya kontrak tersebut, secara otomatis 100 persen Pusat Pasar menjadi milik dan aset Pemko Medan,” tegasnya. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru