Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 25 Oktober 2026

Imbas Gempa Chile, Ratusan Warga Pancer Banyuwangi Mengungsi

*Air Laut di Papua Sempat Naik
- Jumat, 04 April 2014 11:18 WIB
801 view
 Imbas Gempa Chile, Ratusan Warga Pancer Banyuwangi Mengungsi
Ilustrasi pengungsi
Banyuwangi (SIB)- Ratusan warga Dusun Pancer, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi mengungsi menyusul informasi akan ada tsunami di wilayah tersebut. Ratusan warga Dusun yang merasa trauma memilih mengungsi ke rumah sanak saudara, Balai Desa, Bebukitan dan ke beberapa titik yang dianggap aman.

Warga mendapat kabar ada tsunami sebagai imbas gempa di Chile. Nah, karena khawatir sejak semalam warga sudah mengungsi.

"Sebagian ada yang mengungsi di Balai Desa Sumberagung, ada yang di sekitar perbukitan Pantai Pancer dan ada yang mengungsi ke rumah saudaranya," ungkap Galuh Qomari salah satu warga Pancer yang ikut mengungsi,  Kamis (3/4) dini hari.

Ratusan warga yang ikut mengungsi itu beralasan bahwa mereka merasa trauma dan takut karena pada tahun 1994 pernah terkena tsunami. Saat ini, ratusan warga tersebut bersikukuh akan tetap berada di pengungsian hingga batas waktu yang telah disebutkan aman.

"Saya takut, ya trauma juga karena dulu juga pernah tsunami di sini. Di sini saja dulu sampai ada pengumuman aman," kata Masita, warga yang juga ikut mengungsi di Balai Desa Sumberagung.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Eka Muharam, menyebutkan, akibat gempa sebesar 8 skala richter di Chili pada 2 April 2014 pukul 06.46 WIB akan menimbulkan potensi tsunami di 115 kabupaten/kota di 15 provinsi di Indonesia.

 Dan berdasarkan keterangan dari BNPB bahwa di wilayah Banyuwangi bagian selatan akan terkena imbas gelombang tsunami pada pada Kamis (3/4) sekitar pukul 08.16 WIB.

Sedangkan Banyuwangi bagian timur terkena gelombang tsunami pada pukul 09.16 WIB. Adapun ketinggian ombak diperkirakan antara 0 sampai 1,5 meter. Terkait hal itu, BPBD Banyuwangi telah meneruskan warning level waspada. Meski begitu, pihak BPBD Banyuwangi berharap agar warga tidak panik serta tidak mudah terpancing isu yang membelokkan fakta.

"Ya warning sesuai dengan instruksi yaitu level waspada. Warga juga dimohon untuk tetap tenang," tandasnya.

Sempat Naik

Kawasan pantai di Papua diprediksi bakal terdampak gempa Chile. Dalam pantauan BMKG, air laut di beberapa tempat memang naik, tapi tidak berdampak lebih jauh. Berikut hasil pantauan tersebut.

BMKG Jayapura menurunkan tim pemantau ke sejumlah pantai. Salah satu petugas BMKG, Anissa, mengatakan satu tim pemantau terdiri dari dua orang. Sejak pukul 06.30 WIT, 3 tim tersebut diturunkan untuk memantau Pantai Hamadi, Pantai Dok II Jayapura, dan Pantai Base G.

Berdasarkan pantauan, ketinggian air di 3 tempat tersebut masih normal. "Pada pukul 05.00 WIT, air laut naik tetapi tidak ada dorongan. Jadi bisa dikatakan, (gempa Chile) tidak ada pengaruhnya di Papua," ungkap Annisa, Kamis.

Sejumlah daerah di Papua yang diprediksi akan terimbas gempa Chile adalah Sarmi, Kota Jayapura dan Biak Numfor. Disebutkan, pada pukul 07.15 WIT, imbas tersebut akan terasa. Namun ketinggian air di sepanjang pantai Kota Jayapura dalam keadaan normal. (detikcom/d/f)

Simak berita selengkapnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB) edisi 4 April 2014. Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap pukul 13.00 WIB.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru