Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 26 September 2026
Pengungsi Akibat Banjir di Brebes Bertambah Jadi 4.950 Orang

Anggota Tim SAR Boyolali Tewas Terseret Banjir

- Sabtu, 18 Februari 2017 12:19 WIB
438 view
Semarang (SIB) -Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Tengah terus mengevakuasi warga dari banjir di Kabupaten Brebes. Evakuasi disebar di antaranya di dua titik yaitu Perum Kota Baru Brebes dan Pulosari.

Kepala Basarnas Jateng Agus Haryono, mengatakan ketinggian air di dua titik tersebut sekitar 40-50 Cm. Jumlah pengungsi pun bertambah yaitu sekitar 4.950 jiwa untuk seluruh Kabupaten Brebes.

"Upaya evakuasi terhadap warga yang terdampak hingga kini masih terus dilakukan personel Basarnas yang tersebar di beberapa titik yang masih tergenang banjir," kata Agus, Jumat (17/2).

Agus menjelaskan upaya evakuasi dilakukan cepat bagi warga yang sakit, salah satunya SAR gabungan mengevakuasi nenek bernama Siti (70) yang harus segera dievakuasi menggunakan perahu karet karena sakit pasca operasi. Bahkan evakuasi harus dilakukan dengan mengangkut Siti bersama kasurnya.

"Warga tersebut dievakuasi menggunakan perahu karet kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Brebes untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," ujarnya.

Untuk diketahui, banjir di Kabupaten Brebes berasal dari jebolnya tanggul Sungai Pemali hingga akhirnya berdampak ke sejumlah wilayah yaitu Desa Terlanggu, Dukuh Miri, Desa Lengkong yang berada di Kecamatan Jatibarang, kemudian Desa Wangandalem, Desa Pemaron, Desa Gondosuli, Desa Saditan di Kecamatan Brebes. Ketinggian air bahkan ada yang mencapai 1,5 meter.

Dari data kemarin pagi, jumlah pengungsi sebanyak 4.950 jiwa tersebar di sejumlah tempat yaitu di Gor ada 1.075 jiwa, Pulosari 850 jiwa, Wangandalem 200 jiwa, Limbangan Kulon 300 jiwa, Krasak 260 jiwa, Terlangu 300 jiwa, gedung DPRD Brebes 500 jiwa, Lingkong 350 jiwa, Oasis 65 jiwa, Wisma Saditan 50 jiwa.

Terseret Banjir
Sementara itu, Anggota SAR yang tergabung pada Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Toni Arifin, ditemukan tewas setelah terseret arus deras sejauh 1 km. Toni terperosok dan terseret masuk ke gorong-gorong saat sedang membersihkan sampah yang menyumbat selokan.

Kejadian nahas yang menimpa Toni tersebut terjadi pada Kamis (16/2) malam di selokan sedalam 2,5 meter yang sedang mengalami banjir di Dikuh Gatak, Desa Banyudono, Boyolali. Saat itu di kawasan tersebut sedang dalam kondisi hujan deras dan banjir.

Hujan yang cukup deras menyebabkan anak-anak sungai di kawasan tersebut meluap sehingga merendam rumah dan jalan utama Solo-Semarang.

Ketika sedang melakukan upaya pembersihan sampah-sampah uang menyumbat, korban justru terperosok dan terseret arus deras ke dalam selokan tersebut.
Selanjutnya korban terseret masuk ke gorong-gorong. Sejumlah saksi yang melihat kejadian itu tidak bisa memberikan pertolongan karena peristiwa itu berlangsung cepat.

"Kami bersama tim dari BPBD langsung melakukan pencarian. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal sekitar 1 km dari lokasi kecelakaan. Jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Pandanaran, Boyolali," ujar Kapolsek Banyudono AKP Bambang Kadarisman.

Kepala Pelaksana BPBD Boyolali Nur Khamdani membenarkan bahwa Toni adalah anggota Tim Reaksi Cepat BPBD. Dia sudah lebih dari tiga tahun bergabung di BPBD sebagai tenaga kontrak. (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru