Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Buwawi Tewas Kena Peluru Nyasar Diduga Milik Paskhas

- Kamis, 10 Agustus 2017 18:24 WIB
688 view
Malang (SIB)- Buwawi tewas diduga terkena peluru nyasar milik anggota Bataliyon 464 Paskhas TNI AU. Ladang tempat Buwawi bekerja hanya 500 meter dari lapangan tembak TNI AU.

Berikut kronologis tewasnya buruh tani asal Singosari, Kabupaten Malang versi polisi.

Latihan menembak anggota Bataliyon 464 Paskhas dimulai pukul 07.30 wib. Pada pukul 08.10 wib, korban ditemukan saksi mengalami luka pada bagian pipi sebelah kanan.

Korban kemudian ditolong saksi dan dibawa ke rumah Kepala Desa Baturetno. Namun pada saat di depan rumah kepala desa, korban diketahui sudah meninggal dunia.

Kemudian korban dibawa oleh kepala desa dan saksi ke Rumah Saki dr Saiful Anwar (RSAA) Malang untuk dilakukan otopsi.

"Jadi kepastian apakah rekoset senapan masih kita selidiki," tegas Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, Selasa (8/8).

Yade menyebut, TNI AU sudah mendatangi rumah korban dan nantinya penanganan dilakukan oleh POM TNI AU. "Mengacu kepada kronologis dan keterangan yang dihimpun memang ada dugaan rekoset, tapi kita masih dalami dulu," terang Yade.

Yade menambahkan, menurut keterangan dari anggota TNI AU, sebelum latihan menembak, tempat tersebut sudah dicek oleh Provost dan dinyatakan steril.
Sementara itu, Batalyon Paskhas 464 TNI AU membenarkan adanya kegiatan latihan menembak, di dekat lokasi Buwawi mengalami luka akibat rekoset amunisi di bagian pipinya.

"Iya ada latihan di situ memang lokasinya. Kami turut berbela sungkawa atas kejadian ini," tegas Komandan Batalyon 464 Paskhas TNI AU Mayor Misbahul Munir kepada wartawan di Kamar Jenazah RSSA Malang Jalan Belakang Rumah Sakit.

Munir enggan berkomentar banyak mengenai apa yang tengah terjadi. Namun, diakuinya latihan rutin dilakukan setiap dua pekan sekali. "Ada 70 prajurit yang ikut latihan, dengan kelengkapan senjata laras panjang," katanya.

Ditegaskan, bahwa lokasi merupakan lahan steril, yang tidak seorang pun diperbolehkan masuk di zona tersebut.
"Penyisiran sudah dan area sebenarnya sudah clear. Dan tidak boleh ada aktivitas disana," tandasnya. (detikcom/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru