Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Jakarta Menjadi Laboratorium Ujaran Kebencian

- Rabu, 27 Desember 2017 14:54 WIB
447 view
Jakarta Menjadi Laboratorium Ujaran Kebencian
Jakarta (SIB)- Tahun 2017 adalah tahun politik penuh kebencian dengan maraknya penyalahgunaan perbedaan identitas sebagai instrumen meraih kemenangan dalam politik elektoral.

Begitu dikatakan analis politik, Arif Susanto dalam diskusi bertajuk Tutup Tahun 2017, Jemput Tahun Politik 2018 di D' Hotel Sultan Agung, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (26/12).

Arif menyebutkan bahwa salah satu usat konsentrasi ujaran kebencian dalam kontestasi politik adalah Pilkada DKI Jakarta. Dalam kontestasi Jakarta, kekuasaan elit disebutkannya menguat dengan perpecahan di tataran sosial masyarakat.

"Jakarta telah menjadi laboratorium untuk penyalahgunaan keberagaman indentitas yang berdampak pada akumulasi kekuasaan elit, namun pembelahan sosial pada level massa," jelasnya.

Ia mengingatkan, 2018 adalah tahun politik yang cukup besar bagi demokrasi Indonesia. Ada 171 daerah yang akan menghelat pemilihan kepala daerah dari semua tingkatan.

Menurutnya, isu SARA dan ujaran kebencian jika tidak diatur dengan baik maka akan mengulang kembali kejadian perpecahan masyarakat sebagaimana terjadi di DKI Jakarta.

"Tegangan sosial dapat dikelola manakala perluasan partisipasi sosial diikuti oleh kesediaan untuk berdialog dan konsensus," tukasnya. (rmol/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru