Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Hujan Lebat-Angin Kencang Berpotensi Terjadi Hingga Sepekan ke Depan

* Super Blue Moon, Warga Diminta Antisipasi Pasang Air Laut
- Selasa, 30 Januari 2018 15:23 WIB
1.745 view
Hujan Lebat-Angin Kencang Berpotensi Terjadi Hingga Sepekan ke Depan
Dwikorita Karnawati
Jakarta (SIB) -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi curah hujan dari sedang hingga tinggi akan terjadi hingga 1 minggu ke depan. BMKG juga meminta warga mengantisipasi potensi angin berkecepatan tinggi.

"Sampai satu minggu ke depan potensi curah hujan yang sedang sampai tinggi, tinggi sampai mencapai 50 mm per hari berarti hujan sedang sampai lebat, kemudian kecepatan angin sampai 20 knot hingga 35 knot, artinya itu kira-kira 36 km per jam sampai 70 km per jam berkecepatan tinggi," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam jumpa pers di kantornya di Jalan Angkasa 1, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (29/1).

Menurut Dwikorita, angin puting beliung secara lokal diperkirakan juga akan terjadi di wilayah ketinggian. Hujan lebat dengan angin kencang ini juga berpotensi menimbulkan banjir, tanah longsor, hingga banjir besar.

"Kemungkinan bisa terjadi puting beliung juga secara lokal untuk daerah yang di mana di situ ada ketinggian, yang biasanya ada bukit, atau bangunan yang tinggi. Selain itu, tentunya hujan lebat diikuti dengan banjir longsor, banjir bandang, dan juga gelombang yang tinggi sangat perlu diwaspadai," katanya.

Hal ini disampaikan BMKG agar warga lebih berhati-hati. "Ini kami sampaikan bukan untuk menakuti tapi justru bersiap-siap untuk bisa mengagendakan ulang atau memitigasi persiapannya," ucap Dwikorita.

Antisipasi Pasang Air Laut
Sementara itu, fenomena langka super blue blood moon akan terjadi pada 31 Januari besok. BMKG meminta masyarakat yang tinggal di pesisir pantai untuk mengantisipasi tinggi permukaan air laut.

"Akan berakibat pada terjadinya pasang air laut maksimum mencapai 1,5 m di pesisir dan pelabuhan," ujar Dwikorita.

Akibat pasang air laut, fenomena ini akan memberi dampak pada terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktvitas petani garam dan perikanan di darat, serta bongkar muat di pelabuhan.

"Kami imbau agar para nelayan dan pengelola logistik mengecek lalu lintas logistik terhadap kejadian nanti, sehingga ada alternatif lain pengiriman logistik," kata Dwikorita.

Dwikorita juga meminta masyarakat untuk dapat menikmati momen langka di mana tiga kejadian alam yaitu gerhana bulan, supermoon, dan bluemoon akan terjadi dalam waktu yang bersamaan.

"Kami imbau, manfaatkanlah fenomena yang langka ini, untuk observasi pengamatan, kepentingan ilmiah selain keindahan," ucapnya.

Super blue blood moon diperkirakan akan terjadi pada 31 Januari 2018 besok. Fenomena alam yang biasa namun langka ini terjadi dalam 100 tahun bahkan hingga 150 tahun.

"Kejadiannya 100 tahun lebih bahkan yang terakhir 150 tahun lalu yaitu kala posisi matahari bulan bumi itu tepat berada pada satu garis. Untuk kali ini posisi bumi berada pada jarak terdekat matahari di dalam revolusi bumi terhadap matahari," jelasnya.

"Fenomena itu langka di mana terjadi bulan purnama tapi kemudian diikuti dengan gerhana bulan total. Waktunya mulai 17.00 sampai 23.00 tetapi pada posisi umbranya mulai pukul 19.00-21.00, puncaknya pukul 20.29," imbuhnya. (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru