Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 25 Maret 2026

Uni Eropa Cabut Larangan Terbang, Maskapai RI Dipercaya Dunia

- Rabu, 20 Juni 2018 17:30 WIB
491 view
Uni Eropa Cabut Larangan Terbang, Maskapai RI Dipercaya Dunia
SIB/Ant/Galih Pradipta
HAPUS LARANGAN TERBANG : Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kedua kiri) bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kanan), Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend (kiri) dan Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso (kanan) memberikan k
Jakarta (SIB) -Uni Eropa mencabut larangan terbang bagi maskapai penerbangan Indonesia. Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi kebijakan ini membuat maskapai penerbangan Indonesia setara dengan maskapai lain di dunia.

"Satu hal yang penting untuk kita jaga, justru dengan kondisi ini kita punya satu komitmen yang lebih baik. Paling tidak sekarang kita sama baiknya dengan seluruh penerbangan yang ada di dunia atau di internasional," kata Menhub dalam konferensi pers di rumah dinas Jalan Widya Chandra, Jakarta, Jumat (15/6).

Budi karya mengatakan dicabutnya larangan terbang merupakan suatu prestasi yang harus terus dijaga. Sebab, kata dia, dunia telah percaya dengan kualitas penerbangan maskapai Indonesia.

"Ini adalah satu keberhasilan yang kita dapat. Yang penting kepercayaan dunia, selain maskapai RI bisa terbang ke Eropa, tarif juga bisa jadi lebih baik, lebih banyak orang yang menggunakan, dan penduduk Eropa yang datang ke Indonesia bisa merasa lebih nyaman," ujar Menhub.

"Satu hal yang penting ini bukan akhir, tetapi awal. Kita harus improve, promosikan, dan jaga. Ini adalah start untuk kompetisi dan kita harus memenangkan kompetisi itu," sambungnya.

Harga Diri Bangsa
Sementara itu Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso mengatakan selama ini Indonesia terus memperjuangkan harga diri untuk bisa mendapatkan pembebasan terbang sejak 2007 lalu.

"Jadi ini masalah istilahnya harga diri dari pada negara. Karena yang di-ban itu adalah negara. Ini yang harus kita perjuangkan, walaupun paling yang ke sana begitu-begitu saja, Garuda, Lion, dan sebagainya. Tetapi ini stand Indonesia itulah yang harus diperjuangkan. 

Dia mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara merdeka yang memiliki aset tinggi di sektor penerbangan. Mulai dari industri pesawat terbang, hingga 62 Air Operator Certificate (AOC) yang melayani penerbangan dari Indonesia ke luar negeri.

"Tetapi begitu kita di-ban kan namanya jelek, oleh karena itu kita berupaya sekeras mungkin memulihkan nama baik Indonesia melalui perbaikan safety. Karena untuk pesawat terbang ini safety itu nomor satu," kata Agus. 

Menhub: Semoga Diikuti Investasi
Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menilai, pencabutan larangan terbang oleh Uni Eropa juga bisa mendorong lebih banyak investasi masuk ke Indonesia.

"Mudah-mudahan pencabutan ini juga diikuti dengan datangnya investasi. Ada berita gembira dengan kita mendapat pencabutan ini, ada tiga maskapai yang bintangnya naik, Garuda, Citilink, sama Lion Air itu kalau nggak salah dari bintang 3 jadi bintang 7," ujar Budi Karya saat open house Lebaran di rumah dinas, Jalan Widya Chandra, Jakarta Pusat, Jumat (15/6).

Budi Karya mengatakan prestasi tersebut diraih berkat kerja keras berbagai pihak, apalagi tak mudah untuk mencabut larangan terbang tersebut.

"Memang satu perjalanan yang tidak mudah. Indonesia bukan saja satu negara yang besar, tapi ada satu daerah yang sangat menantang dan fragile seperti Papua, Kalimantan, oleh karenanya kami sebagai regulator, di satu sisi menginginkan tapi juga harus melakukan langkah-langkah apa yang jadi syarat-syarat yang tidak mudah," terang Budi Karya.

"Yang juga tidak mudah adalah industri penerbangan ini berat kadang-kadang safety itu dikorbankan. Oleh karenanya saya bersahabat dengan maskapai-maskapai, ternyata kami tetap bisa tegas tapi di sisi lain suatu kualifikasi untuk FAA (otoritas penerbangan AS) itu bisa juga. Jadi tergantung niat dan effort kita," sambungnya.

Budi Karya juga berjanji bakal terus berkomitmen untuk menjaga faktor keamanan serta keselamatan pada sektor penerbangan Indonesia.

"Saya berjanji kepada Eropa tetap konsisten mengikuti syarat-syarat dari safety tersebut dan saya juga katakan kepada maskapai agar kita boleh berprestasi, tapi kita harus introspeksi apa yang harus kita kerjakan di waktu yang akan datang," jelasnya. (detikcom/T/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru