Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 17 Februari 2026
Serahkan Laporan Program Kepada Sekjen HKBP

KPPS HKBP Dorong Pemberdayaan Jemaat Kelola Lingkungan Hidup dan Pariwisata Danau Toba

- Jumat, 05 Oktober 2018 11:09 WIB
633 view
KPPS HKBP Dorong Pemberdayaan Jemaat Kelola Lingkungan Hidup dan Pariwisata Danau Toba
SIB/Victor Ambarita
Ketua Komisi Pelaksana Pelayanan Strategis (KPPS) HKBP Dr Sumihar Petrus Tambunan berfoto bersama Sekjen HKBP Pdt David F Sibuea DMin usai acara penyerahan laporan program dan kegiatan KPPS HKBP di Gereja HKBP Perumnas Klender, Jakarta, Minggu (30/9) mala
Jakarta (SIB)  -Ketua Komisi Pelaksana Pelayanan Strategis (KPPS) HKBP Dr Sumihar Petrus Tambunan menyerahkan laporan program dan kegiatan KPPS HKBP kepada Sekjen HKBP, Pdt David F Sibuea, DMin yang akan dibawa dalam forum Rapat Majelis Pekerja Sinode HKBP pada awal Oktober 2018.

Penyerahan laporan yang dihadiri pengurus KPPS HKBP lainnya, antara lain, Kabid Hubungan Antar Lembaga St. Leo Hutagalung dan Sekretaris HKBP Walden Nadeak, berlangsung di Gereja HKBP Perumnas Klender, Jakarta, Minggu (30/9) malam. 

Sekjen HKBP Pdt David F Sibuea mengatakan kapasitasnya mewakili Kantor Pusat (HKBP) dalam  menerima laporan KPPS HKBP terkait apa saja yang telah dikerjakan dalam periode ini. "Laporan ini akan disampaikan di Rapat MPS HKBP dan Sinode Godang," ujar David Sibuea.

Sumihar P Tambunan selanjutnya memaparkan beberapa saran dan rekomendasi yang menjadi titik penekanan dalam laporan yang diserahkan itu. "HKBP hendaknya konsekuen melaksanakan deklarasi yang telah dirumuskan dan ditandatangani dalam Forum Kerjasama Gereja di Kawasan Kaldera Toba di bidang Pariwisata Danau Toba, yakni mendukung program pemerintah dalam pengembangan pariwisata Danau Toba," urai dia.

Adapun isi dari deklarasi yang hendaknya dilaksanakan adalah mendidik dan memberdayakan sumber daya manusia yang berasal dari kalangan jemaat untuk mendukung pariwisata Danau Toba. Juga, pemanfaatan lahan dan bangunan gereja sebagai fasilitas informasi turisme, taman edukasi, lokasi rehat, dan wisma inap bagi keperluan pariwisata. Lalu, pengembangan wisata rohani sejarah kekristenan dan evangelisasi di Tanah Batak serta mendukung pembangunan Taman Edukasi Geopark di 16 gereja sebagai representasi 16 geosite Geopark Kaldera Toba.

"HKBP, ketika menyuarakan pengembangan Pariwisata Danau Toba harus bersifat integral dengan memerhatikan kearifan lokal, mengembangkan "Habatahon Nauli" dari semua puak yang ada di sekitar Danau Toba, sehingga tercipta rasa aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan dikenang, dengan perilaku salam, senyum dan sapa serta 'welcomed' terhadap wisatawan," ujar Sumihar.

Sementara Sekretaris KPPS HKBP Walden Nadeak mengemukakan agar HKBP dapat memberdayakan jemaatnya untuk mengelola bidang lingkungan hidup, pariwisata dan memberdayakan potensi desa dan talentanya serta kearifan lokalnya, yang merupakan bidang yang paling utama bagi Bangso dan Tano Batak.

"Sebab Bangso Batak dianugerahi daya pikir dan juang, memiliki budaya yang luhur dan mulia yang dapat diterangi dengan Firman Tuhan dan dilestarikan serta dianugerahi Taman Bumi yang sejuk, perairan danau yang indah dan menawan," imbuhnya.

Sedangkan Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga KPPS HKBP, Ir Leo Hutagalung MSCE, mengutarakan, sebagai langkah lanjutnya dibutuhkan sinergi pemerintah, gereja dan komunitas dalam mewujudkan Sapta Pesona, yang sesungguhnya sudah terangkum di "Poda Na Lima", melalui pengembangan cluster wisata di beberapa kecamatan, di antaranya Parapat, Balige, Tarutung, Bakkara, Sidikalang, Tongging dan Tomok, dengan membangun pedestrian, alun-alun/ampitheater, pasar malam, teras kuliner dan panggung budaya. 

Taman Bumi juga perlu diperlengkapi di 16 geosite yang telah ditetapkan dengan berbagai fasilitas umum, pusat kuliner, taman hayati dan atraksi budaya. Konsep ini sudah tertulis di banyak program.

Lebih lanjut Leo menjelaskan pengembangan tahap pertama 2016-2020, seperti uraian di atas, seharusnya tuntas di akhir tahun 2020. Selanjutnya, masyarakat sudah bisa masuk fase 2021-2025, yaitu pengembangan terpadu yang seluruhnya berdasarkan standar internasional, yang mencakup konektivitas intermoda transportasi, telekomunikasi, dan pariwisata, dan tentunya pemanfaatan Danau Toba yang hanya untuk wisata, serta pemulihan Kawasan Hutan Danau Toba melalui moratorium konsensi penebangan pohon harus menjadi target yang tuntas dalam 10-tahun mendatang.

"Karena target pemerintah adalah 10-Bali baru, berarti dimensi yang dituju adalah semua perangkat, standar, dan capaian yang ada di Bali. Mari bekerjasama, mari sama-sama bekerja," tandasnya. (J03/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru