Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 02 November 2026

Gemar Berkhayal Luar Angkasa “Antar” Bagus Nugroho ke Mars

- Minggu, 13 Juli 2014 16:10 WIB
396 view
 Gemar Berkhayal Luar Angkasa “Antar” Bagus Nugroho ke Mars
Yogyakarta (SIB)- Waktu kecil, Bagus Nugroho gemar berkhayal soal planet luar angkasa. Ilusi positif yang timbul dari menikmati film-film luar angkasa plus kegemarannya mencari tahu hal-hal luar orbit bumi, membawa manfaat positif.

Radio ABC Australia, Jumat, (11/7), mengumumkan, Bagus terpilih  menjadi satu di antara tiga peneliti dari seluruh dunia yang mendapat kesempatan melakukan riset untuk program ekspedisi Jepang ke Planet Mars. Radio yang berbasis di benua kanguru itu mengurai, Bagus akan meneliti parasut khusus yang akan digunakan pada proses pendaratan robot ekspedisi (probe) oleh badan eskplorasi ruang angkasa Jepang (JAXA).

Tidak seperti orang pintar lainnya yang kutu buku untuk menimba ilmu. Saat kecil, Bagus justru kerap bermain dan berdiskusi dengan rekannya soal luar angkasa. Bahkan, ketika menimba ilmu di - SMU Negeri 8 Yogyakarta, Bagus makin aktif dalam organisasi sekolah dan suka mendebat. Karena militansi soal organisasi di sekolah membuatnya diangkat menjadi Ketua MPK di SMA 8 Yogyakarta.

Kini, pria berusia 30 tahun itu adalah mahasiswa S3 asal Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di University of Melbourne terpilih menjadi peneliti yang akan melakukan ekspedisi ke Mars.

Bagus sudah 12 tahun mengenyam pendidikan di Australia. Kebiasaan  berorganisasi di sekolah membawa Bagus menjadi Ketua Umum PPI Australia Pusat.

Pada tahun 2008, Bagus menyelesaikan program sarjananya di bidang Teknik Mekanik dan Fisika dari University of Melboutne. Ia kemudian melanjutkan studi doktoral di universitas yang sama.

Saat ini Bagus melakukan riset di bidang aerodinamika dengan fokus pada peningkatan efisiensi pada fenomena gesekan yang sering terjadi di permukaan padat.

Selama studi doktoralnya, ia juga menyempatkan diri untuk mengambil program pascasarjana di bidang Bisnis di University of Melbourne dan nanoteknologi di University of Oxford.

Berkat studi dan pengalamannya itu, Bagus terpilih menjadi salah satu peneliti untuk program ekspedisi Jepang ke Mars. Bagus akan bekerja bersama dua mahasiswa terpilih lainnya menggunakan terowongan angin supersonik guna meneliti kinerja parasut supersonik yang berperan penting pada proses pendaratan probe milik Jepang di Mars.

Dalam wawancara dengan Radio ABC, Bagus mengatakan parasut ini berperan sangat  penting dalam memastikan robot ekspedisi ini mendarat dengan selamat. “Karena proses pendaratan yang sangat cepat, kita tidak bisa menggunakan parasut biasa. Melainkan, kita harus menggunakan parasut supersonik yang dapat bertahan pada proses pendaratan tersebut,” jelas Bagus.

Selama studinya, Bagus memang sudah sering bekerja dengan fasilitas terowongan angin yang tersedia di universitas. Namun menurutnya, riset yang akan dilakukan di Jepang ini adalah pertama kalinya ia akan bekerja dengan terowongan angin supersonik. 

Ekspedisi dan perjalanan ke ruang angkasa memang sudah menjadi perhatian Bagus selama ini. “Saya memang selalu suka dan tertarik dengan pesawat dan ekspedisi ke luar angkasa. Waktu itu saya sedang iseng melihat situs milik JAXA dan ternyata mereka sedang mencari staf riset yang memiliki keahlian di bidang teknik,” katanya.

Sabtu, (12/7), Bagus berangkat ke Jepang untuk menjalankan penelitian selama satu bulan yang bakal diadakan di pusat riset teknologi inofatif milik JAXA di Kota Chofu.

Dalam Facebooknya, Bagus menulis: Jedi, “May the Force be with you”. Pandangan Politik: Jedi knight of the old republic. (T/R9/ r)





SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru