Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 02 November 2026
Realisasi Ekspor Hasil Pertanian dan Pertambangan Naik 13 %

Brazil Banyak Mengimpor Kayu Manis Dari Sumut

- Kamis, 24 Juli 2014 13:29 WIB
422 view
Brazil Banyak Mengimpor Kayu Manis Dari Sumut
Medan (SIB)- Permintaan sejumlah komoditas hasil pertanian di Sumatera Utara dari beberapa negara naik signifikan. Di periode Januari-Juni 2014, realisasi ekspor hasil pertanian dan pertambangan naik sebesar 13,4 %.

Hal itu disampaikan Fitra selaku Kasie Ekspor Hasil Pertanian dan Pertambangan Dinas Perdagangan Provsu kepada wartawan, Rabu (23/7). Menurut Fitra berdasarkan Surat Keterangan Asal (SKA), nilai ekspor hingga Juni mencapai 2,58 miliar dolar AS (Amerika Serikat ) atau naik 13,4 % dibanding periode  sama tahun lalu yang hanya 2,27 miliar dolar AS. Sedangkan  dari sisi  volume juga naik 8,91 % menjadi 2,78 juta ton dibandingkan sebelumnya 2,55 juta ton.

"Kinerja ekspor Sumut pada Juni 2014 membaik. Ini dikarenakan peningkatan permintaan dari beberapa produk unggulan kita yg naiknya cukup besar," ujarnya.
Fitra mengungkapkan, produk yang mendongkrak nilai ekspor di antaranya, bubuk teh hitam naik 50,59 % menjadi 3,04 juta dolar AS dari sebelumnya 2,11 juta dolar AS. Sedangkan volume ekspor 1.895 ton, di mana sebelumnya hanya 1.087 ton.

Kemudian, lanjutnya, peningkatan ekspor juga terjadi pada produk rempah-rempah khususnya kayu manis sekitar 104,6 % menjadi 11,51 juta dolar AS dari periode sebelumnya senilai 5,62 juta dolar AS. "Negara Brazil banyak mengimpor kayu manis dari Sumut, ungkapnya.

Katanya,saat ini Brazil sedang meningkatkan produksi kopi olahan yang membutuhkan kayu manis sebagai salah satu campuran di kopi olahan.

Biji kopi Arabica juga disebutnya, mengalami kenaikkan ekspor berkisar 9,64 %. Di mana nilai ekspor mencapai 163,6 juta dolar AS dari periode sebelumnya yang hanya 149,2 juta dolar AS.

Disebutnya, kalau kenaikan nilai ekspor kopi Arabika  tersebut karena ada peningkatan harga ekspor yang dipicu oleh minimnya pasokan biji kopi yang berkualitas dari negara saingan ekspor kopi Arabica.

Sementara, menurut Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benyamin, kenaikan ekspor lebih dikarenakan faktor permintaan dari negara lain. Momentum Ramadhan seperti ini tentunya akan banyak memberi berkah bagi eksportir kita khususnya eksportir rempah-rempah.

"Dalam jangka panjang, permintaan ekspor rempah-rempah akan sangat bergantung kepada permintaan musiman yang terjadi di negara-negara tertentu yang memiliki perayaan hari-hari besar," katanya.

Karena sifatnya musiman maka fluktuasinya akan sangat terasa. Kalaupun ada peningkatan permintaan rempah-rempah dari Sumut secara konsisten. Maka hal ini sangat erat kaitannya dengan belanja masyarakat di negara tujuan ekspor. (A3/i)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru