Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 03 September 2026

Target Melenceng, Pengiriman Buku Kurikulum 2013 Terkendala Libur Panjang

- Rabu, 06 Agustus 2014 12:41 WIB
476 view
Target Melenceng, Pengiriman Buku Kurikulum 2013 Terkendala Libur Panjang
Bogor (SIB)- Pengiriman buku Kurikulum 2013 terkendala libur panjang, sehingga mengakibatkan sekolah-sekolah di daerah belum menerima buku yang akan digunakan pada tahun ajaran baru itu.

"Kemarin, kesulitannya saat mengirim buku. Begitu sampai di lokasi sekolah tutup karena sudah libur," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh saat meninjau pembangunan Balai Kirti di Bogor, Jawa Barat, Minggu.

Kemdikbud memperkirakan buku-buku tersebut sampai di sekolah paling lambat 15 Agustus.

"Untuk sementara, guru mengajar menggunakan buku pegangan. Pada saat pelatihan kemarin, mereka dikasih dua buku, satu untuk guru dan satu murid," jelas mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya itu.

Dalam buku pegangan tersebut, terdapat materi pelajaran untuk awal tahun ajaran baru.

Untuk materi selanjutnya, pihak sekolah bisa mengunduh buku pelajaran tersebut melalui www.belajar.kemdikbud.go.id.

Mendikbud menjelaskan sejumlah daerah sudah mengunduh buku pelajaran tersebut.

"Di percetakan sudah ada, jadi tinggal kirim," jelas dia.

Berbeda dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN), keterlambatan buku tersebut tidak membuat aktivitas belajar-mengajar tertunda.

Sebelumnya, Nuh menargetkan buku-buku Kurikulum 2013 tiba di sekolah pada pertengahan Juli atau awal tahun ajaran baru. Namun target itu melenceng dari harapan.
Hingga saat ini, sebagian sekolah di beberapa daerah belum menerima buku tersebut.

Buku tersebut akan diberikan gratis pada siswa. Sekolah tidak diperkenankan untuk memungut biaya sepeserpun.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan guru yang kebingungan dengan Kurikulum 2013 bisa berkonsultasi di klinik guru yang baru dibuka Kemdikbud di berbagai daerah.

"Klinik itu sengaja didirikan untuk mengatasi persoalan guru dalam penerapan Kurikulum 2013," ujar Nuh saat melakukan peninjauan museum presiden di Bogor, Jawa Barat, Minggu.

Nuh menambahkan klinik tersebut terdapat di sejumlah daerah di Tanah Air.

Guru bisa datang ke klinik guru yang ada di setiap Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) di daerahnya.

"Selain itu, guru juga bisa berkonsultasi melalui sistem online," tambah dia.

Mantan Rektor ITS itu menjelaskan sebelum mengajarkan Kurikulum 2013, guru harus paham dahulu mengenai materi yang akan diajarkan.

"Mungkin masih ada yang belum paham saat pelatihan, bisa melakukan konsultasi di klinik guru."

Nilai rata-rata nasional guru yang mengikuti pelatihan adalah 71. Sementara nilai terendah yang diperoleh guru adalah 40, sedangkan nilai tertinggi mencapai 93.
"Kalau dilihat dari kurva atau grafik oleh Kemdikbud, tidak sampai 10 persen guru di seluruh Indonesia yang meraih nilai terendah," jelas dia.

Kurikulum 2013 diterapkan sepenuhnya pada seluruh tingkatan sekolah di Indonesia mulai tahun ajaran 2014/2015.

Kemdikbud sebelumnya, telah melatih sebanyak 1,3 juta guru untuk persiapan penerapan kurikulum tersebut.

Kemdikbud juga memberikan buku pelajaran Kurikulum 2013 secara gratis kepada sekolah. Kemudian sekolah harus membagikan buku tersebut kepada siswanya. (Ant/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru