Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026
Tekan Urbanisasi

Jokowi Janjikan Perbanyak Lapangan Kerja Di Daerah`

- Kamis, 07 Agustus 2014 16:14 WIB
414 view
Jokowi Janjikan Perbanyak Lapangan Kerja Di Daerah`
Jakarta (SIB)- Sehabis musim mudik lebaran, Jakarta selalu dibanjiri pendatang baru. Alasan mereka datang ke ibukota klasik: mencari kerja. Mereka menganggap di kota lebih banyak pekerjaan yang bisa dilakoni dibanding di daerah asalnya.

Ketimpangan ini sudah berlangsung lama. Berbagai program pengembangan desa belum mampu menekan angka urbanisasi ke kota. Sebab, perputaran uang masih lebih banyak di kota ketimbang di desa.

Joko Widodo yang telah ditetapkan sebagai presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) berpendapat, urbanisasi masyarakat dari daerah ke Jakarta masih selalu terjadi dikarenakan pembangunan dan investasi di daerah masih rendah.

“Kalau peredaran uang dan investasi tidak didorong ke daerah ya akan seperti ini sampai kapan pun,” ujar Gubernur DKI Jakarta itu.

Jokowi mencontohkan, bila ingin mengatasi lonjakan pendatang baru pasca lebaran ke ibu kota kuncinya harus dapat memagari DKI Jakarta.

Caranya, dengan menciptakan lapangan pekerjaan yang merata hingga ke daerah. Sehingga tidak hanya terpusat di satu titik saja.

“Kuncinya cuma di situ. Ada lapangan pekerjaan di daerah. Kalau ada lapangan pekerjaan di daerah, mereka nggak akan ke ibu kota.

Supaya ada lapangan pekerjaan di daerah, berarti investasi (perlu) didorong ke sana. Peredaran uang didorong ke sana. Itu saja kuncinya,” ujar Jokowi.

Ketua Harian Posko Lebaran Terpadu Boedhi Setiadjid mengatakan, tingkat urbanisasi dari tahun ke tahun semakin meningkat.

Menurut Boedhi, urban atau pendatang masih menganggap Jakarta sebagai ‘lahan segar’ untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

“Sekarang mereka (pendatang) melihat Jakarta lebih menarik untuk bekerja dan kehidupan yang lebih baik. Entah benar atau tidak, faktanya mereka beralasan demikian,” ujar Boedhi seperti dikutip Kompas.com.

Boedhi menilai, tingginya angka pendatang ke Jakarta dapat berdampak positif jika diimbangi dengan keterampilan yang mereka miliki sehingga dapat dikembangkan di Jakarta. Namun, jika para pendatang hanya akan berakhir dengan bekerja di jalanan seperti mengamen dan mengemis, lebih baik angka urbanisasi ditekan.

Untuk menekan jumlah urban di Jakarta, menurut Boedhi, pemerintah daerah perlu berbenah untuk meningkatkan kualitas daerah.

 Ia menambahkan, semestinya pemerintah daerah membuka lapangan pekerjaan seluas mungkin sehingga masyarakat di daerah merasa peluang pekerjaan di sana sama besar seperti di Jakarta.

“Kualitas di daerah harus ditambah, harus ada sinkronisasi. Penyediaan lapangan kerja bagi mereka perlu ditingkatkan di daerah.

Harus terbuka peluang mereka mendapat pelatihan, pendidikan, dan keterampilan,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kualitas penduduk daerah, menurut Boedhi, perlu adanya peran pemerintah daerah untuk melakukan upaya pembinaan terhadap industri kecil penduduk setempat. Ia menambahkan, dengan cara tersebut, pembangunan daerah terutama masyarakatnya dapat berkembang pesat. (RM/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru