Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Liput Kelompok Bersenjata di Papua, 2 Jurnalis Prancis Diserahkan ke Imigrasi

- Senin, 11 Agustus 2014 11:45 WIB
237 view
Liput Kelompok Bersenjata di Papua, 2 Jurnalis Prancis Diserahkan ke Imigrasi
Jayapura (SIB)- Kepolisian Daerah Papua menangkap dua warga Prancis yang diketahui berprofesi sebagai wartawan di salah satu hotel di Wamena, Rabu (6/8) lalu. Pada Jumat (8/8), Kepolisian Daerah Papua menyerahkan keduanya yakni Thomas Charles Dandois dan Louise Marie Valentine Bourrat ke Imigrasi Jayapura untuk diproses lebih lanjut.

Salah satu jurnalis yang ditangkap, Valentina Bourrat (29), yang mengaku bekerja di Arte TV Prancis diketahui memiliki paspor ganda. "Valentina Bourrat memiliki paspor dinas dan sipil," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pudjo ketika dihubungi Metrotvnews.com, Sabtu (9/8).

Dia juga membenarkan paspor Valentina salah satunya merupakan paspor dinas yang dikeluarkan saat bertugas di Kedutaan Prancis di Tel Aviv dan keduanya masih berlaku. Namun, penyidik tidak menemukan kartu pers tempatnya bekerja.

Sebaliknya, kartu pers milik Thomas Charles Dandois (40), telah habis masa berlakunya sejak 2006 lalu. Kedua wartawan itu masuk ke Indonesia dengan menggunakan visa turis. Polisi pun sudah menyita barang bukti berupa hasil rekaman atau liputan saat di Jayapura dan Wamena.

"Polisi sudah menyita berbagai barang bukti rekaman video peliputan di Lanny Jaya dan Wamena, kemudian rekaman suara dan juga data telepon milik keduanya," kata Pudjo.

Menurut Kombes Pudjo, keduanya ditangkap karena melakukan kegiatan peliputan terhadap kelompok bersenjata. Bahkan, sebelum ditangkap, mereka sedang berupaya ke kawasan Tiom untuk bertemu dengan kelompok bersenjata Enden Wanimbo. "Kami berharap keduanya tidak langsung dideportasi melainkan diproses hukum karena sudah melakukan pelanggaran hukum dengan menyalahi izin yang dimilikinya," tandas Kombes Pudjo. (Dik2/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru