Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Belanja Pegawai Besar Tapi Layanan Publik Tak Memuaskan

- Rabu, 13 Agustus 2014 16:51 WIB
294 view
 Belanja Pegawai Besar Tapi Layanan Publik Tak Memuaskan
Manado (SIB)- Belanja pegawai oleh pemerintah daerah patut menjadi fokus ke depannya. Sebab, anggaran yang terus meningkat tajam setiap tahunnya tidak diimbangi dengan layanan publik yang memuaskan.

Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menuturkan, secara total porsi belanja pegawai di tingkat provinsi ada di kisaran 20%. Sementara di tingkat kabupaten/kota sudah mencapai kisaran 50%.

"Anggaran yang dikeluarkan sudah besar. Pegawai sudah banyak tapi kualitas layanan publik belum memuaskan," tegas Bambang di Hotel Peninsula, Manado, Selasa (12/8).

Tidak efektifnya belanja pegawai juga terindikasi dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Data terakhir menyebutkan hanya ada 13 provinsi yang berhasil melampaui batas rata-rata IPM nasional.

"Banyak daerah yang berada di bawah rata-rata nasional. Terutama wilayah timur Indonesia," imbuhnya.

Artinya, menurut Bambang, anggaran yang dikeluarkan menjadi tidak produktif. Padahal seharusnya setiap belanja yang dikeluarkan untuk pegawai harus dapat dibuktikan dengan pelayanan optimal.

"Intinya dari pengeluaran pegawai yang begitu besar itu sudah menjadi masalah," ujarnya.

Selain itu, dari sisi kualitas pegawai juga harus dipertanyakan. Kenaikan anggaran juga dikarenakan oleh bertambahnya jumlah pegawai bukan kualitasnya.
"Kalau pelayanan publik belum memuaskan, artinya kualitas pegawai juga belum terbukti," tutur Bambang. (detikfinance/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru