Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

PKS Tegaskan Siap Jadi Oposisi

*Indra Piliang: Pilihan Terhormat Bagi Golkar Adalah Tak Gabung Jokowi
- Kamis, 14 Agustus 2014 14:14 WIB
384 view
 PKS Tegaskan Siap Jadi Oposisi
Jakarta (SIB)- Ketua Fraksi PKS DPR Hidayat Nur Wahid menegaskan partainya bakal menjadi oposisi kalau Joko Widodo-Jusuf Kalla dinyatakan menang dalam putusan Mahkamah Konstitusi. Menurutnya, hal ini sudah menjadi komitmen PKS sejak awal mendukung Prabowo Subianto.

"Ini jika ya, jika Jokowi-JK menang. Ini kan belum selesai juga. Tapi, prinsipnya PKS sudah jelas dari awal komitmen Koalisi Merah Putih baik kalau menang maupun belum menang," ujar Hidayat saat dihubungi, Rabu (13/8).

Menurutnya, komitmen PKS bersama Koalisi Merah Putih sudah dideklarasikan sejak 8 Juli pasca sidang revisi UU MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3).

"Sikap PKS sudah jelas dan kita istiqomah. Ini suara rakyat, tidak harus tergiur dengan tawaran di jabatan menteri, kami lebih kepada komitmen kami dalam Koalisi Merah Putih," sebut mantan Presiden PKS tersebut.

Meski jika nanti kadernya ditawari posisi menteri di kabinet pemerintahan Jokowi-JK, PKS menurutnya bakal menolak tegas tawaran itu.

"Sejak dari awal sikap kami jelas, kalau ada kami tolak, terima kasih. Politik itu memiliki konsekuensi," katanya.

Pilihan Terhormat

Sementara itu, politikus muda partai Golkar Indra J Piliang menyambut positif keinginan Ketum Aburizal Bakrie (Ical) yang ingin Golkar di luar pemerintahan. Menurut Indra, pilihan tersebut lebih terhormat.

"Kalau benar Partai Golkar ingin jadi partai penyeimbang pemerintah pusat, perlu dipersiapkan platformnya. Biar clear sejak awal. Saya sejak awal menolak dengan keras, Partai Golkar melakukan transaksi menteri dengan presiden terpilih. Menteri Utama sekalipun," kata Indra lewat twitter, Rabu (13/8).

Menurut tim sukes Agung Laksono sebagai caketum Golkar ini, partai beringin harus menjaga kehormatannya. Karena itu Golkar harus berpegang teguh kepada sikap politik yang sudah diambil.

"Pilihan kalah secara terhormat dibanding menang sebagai pecundang adalah dua hal yang dihadapi Partai Golkar. Bagi saya kalah secara terhormat yang utama, pilihan kalah secara terhormat bagi Partai Golkar adalah tidak bergabung dengan pemerintahan Jokowi-JK. Pertarungan sudah usai. Layar sudah ditutup," kata Indra.(detikcom/ r)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru