Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Korban Tewas dalam Insiden Berdarah di Timika Jadi 7 Orang

*Situasi Masih Mencekam
- Jumat, 15 Agustus 2014 15:34 WIB
576 view
 Korban Tewas dalam Insiden Berdarah di Timika Jadi 7 Orang
Jakarta (SIB)- Konflik antarsuku di Timika, Papua membuat sejumlah warga sipil meninggal. Setelah sebelumnya dikabarkan 5 orang tewas, Kapolda Papua, Irjen Yotje Mende menyebut warga yang tewas berjumlah 7 orang.

"Perlu saya sampaikan menurut laporan dari anggota saya di lapangan di Timika, perkembangan Papua saat ini bahwa yang benar meninggal dunia adalah 7 orang dan 13 orang korban luka," kata Yotje di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jaksel, Kamis (14/8).

Korban pertama yakni Korea Waker, Ketua Suku Dani yang ditemukan tewas di bawah jembatan Kali Merah Kamping Logpon-Pigapu, Timika pada Senin (11/8) lalu. Imbasnya, 5 orang lagi dinyatakan tewas sebagai korban penyerangan dari kelompok pendatang.

"Terakhir kemarin (13/8) ada satu lagi yang diserang kelompok suku Dani yang lima orang," ujarnya.

Ia mengatakan saat ini masih menyelidiki motif penyerangan. Menurutnya, anggota kepolisian yang menyelidiki di lapangan permasalahan ini murni sebagai balas dendam Suku Dani akibat kepala suku yang meninggal.

"Anggota mengatakan bahwa permasalah ini murni balas dendam suku Dani dimana ketua sukunya ditemukan tewas di selokan," ucapnya.

Meski begitu, pihak kepolisian Papua masih mencari data apa yang mendasari penyerangan ini "Belum bisa kita simpulkan kenapa suku Dani menyerang pendatang. Belum diketahui, tahu-tahu meledak seperti itu. Sedang kami selidiki," pungkasnya.

Masih Mencekam

Warga di Timika, Papua diminta tetap waspada pasca konflik antar suku di sana yang membuat kondisi Timika mencekam. Warga diminta tidak berpergian jauh dari rumah demi keselamatan.

"Dianjurkan pihak Kepolisian tetap waspada. Kondisi lengang dan tenang mencekam, belum ada perdamaian di sini," kata seorang warga, Jefri saat dihubungi.
Jefri mengatakan warga hanya berdiam diri dan berjaga-jaga di sekitar rumah. "Kalau pergi jauh ke jalanan pinggir kota tidak berani," jelas Mimika.

Toko-toko di kota juga sebagian besar tutup. Bahkan pukul 07.00 WIT tadi, bentrokan antara pendatang dan masyarakat pribumi kembali terjadi di Jl Lorong Surabaya, Kwanki. Namun bentrokan tidak berlangsung lama, petugas langsung mengamankan dan membubarkan massa.

Ketegangan di Timika ini terus berlanjut pasca ditemukan Kepala Suku Dani yakni Waker dalam keadaan tak bernyawa. Diduga dibunuh dan pelakunya belum diketahui. Setelah itu 5 orang ditemukan meninggal karena dipanah orang tak dikenal. Tak lama berselang ratusan orang turun ke jalan dengan membawa senjata tajam. Korban tewas bertambah lagi, kali ini sopir taksi ditemukan tanpa kepala di dalam mobilnya di jalan pinggir kota Timika.

Ketegangan yang dipicu konflik antar suku ini masih belum menemukan kesepakatan perdamaian. Rencananya Kamis siang Kepolisian, TNI dan masing-masing kepala suku mengadakan pertemuan untuk membahas masalah ini dan mencari jalan keluar besama.

"Siang ini Kapolres bertemu dengan kepala suku-suku. Mau ngomongin soal perdamaian agar tidak ada konflik berkelanjutan," terang warga yang sudah 5 tahun bekerja di Timika itu. (detikcom/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru