Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Poempida: Tak Masuk Akal Kalau Golkar Oposisi

*Ada Dua Tiga Partai merapat ke Jokowi-JK
- Jumat, 15 Agustus 2014 15:39 WIB
167 view
 Poempida: Tak Masuk Akal Kalau Golkar Oposisi
Jakarta (SIB)- Politisi Partai Golkar yang dikenai sanksi pemecatan, Poempida Hidayatullah, menilai tak masuk akal apabila Partai Golkar menjadi oposisi di pemerintahan selanjutnya. Politisi pro Jokowi ini masih mendorong agar Munas dilaksanakan 2014 dan Golkar bergabung ke kubu Jokowi-JK.

"Kok 2009 berkata itu (Golkar ikut pemerintahan), pas 2014 beda jauh (di luar pemerintahan). Jujur yang ada di kepala saya itu nggak masuk akal," kata Poempida di Kantor Transisi Jokowi-JK, Jl Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/8).

Poempida menyatakan Golkar berubah drastis dari yang tadinya selalu berada di dalam pemerintahan dan sekarang menjadi di luar pemerintahan. Pada saat 2009, Golkar memasuki era kepemimpinan Ketua Umum Aburizal Bakrie. Kala itu Golkar sudah memutuskan bergabung dengan Pemerintahan SBY. Namun kini sikap Golkar berubah.

"Saya sedikit bingung sama seseorang yang mengatakan waktu SBY-Boediono saat Golkar yang dipimpin ARB akan lebih baik bergabung sama pemerintah. Nah sekarang bilang berubah, Golkar akan lebih baik di luar pemerintah. Nah, pertanyaannya logikanya di mana?" ujar Poempida.

Agar Golkar bisa menjadi partai pemerintahan, maka Poempida dan para kompatriot pro Munas Golkar 2014 sedang bekerja keras. Mereka mendrong agar Munas bisa segera dilaksanakan.

"Saya dan kawan-kawan sedang melakukan, katakanlah, ya semacam tekanan publik agar (Munas Golkar) bisa dilaksanakan secepatnya," katanya tanpa mau mengungkapkan strategi rahasianya.

"Ada cara cerdas. Kalau saya bilang di sini nanti kebaca sama lawan dong," tandas Poempida.

Partai Merapat ke Jokowi-JK

Politikus senior PDIP Sidarto Danusubroto membenarkan peluang koalisi Joko Widodo dan Jusuf Kalla menerima dukungan parpol lain di luar koalisi pengusung pasangan nomor urut dua itu. Dia menyebut sejauh ini pihaknya sudah melakukan pendekatan dengan sejumlah parpol.

"Ya, memang sudah ada pendekatan," kata Sidarto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/8).

Sidarto yang juga Ketua MPR itu mengakui kalau pihaknya saat ini didekati dua sampai tiga partai dari luar koalisi pengusung Jokowi-JK. Namun, dia enggan menyebut nama partainya itu.

"Ada dua atau tiga partai merapat ke kita. Wah (ciri-cirinya) ndak mau bilang saya. Ciri-cirinya tuh kayak kamu," ujar purnawirawan perwira tinggi Polri itu seraya bercanda.

Sebelumnya, Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan kalau pihaknya masih terbuka untuk menerima dukungan parpol lain di luar koalisi pengusung Jokowi-JK di Pilpres 2014. Namun, bergabungnya parpol ini tidak membuat otomatis jatah menteri ikut dibagi.

"Jokowi membuka diri karena kami sadar posisi kami di parlemen belum 50 persen plus satu. Mungkin Jokowi akan menerima satu atau dua partai untuk bergabung. Walaupun bergabungnya tidak otomatis dapat posisi menteri," sebut Tjahjo di Jakarta, Rabu. (detikcom/f)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru