Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Pengamat: Pidato Kenegaraan SBY Cukup Rasional dan Emosional

- Sabtu, 16 Agustus 2014 11:10 WIB
397 view
 Pengamat: Pidato Kenegaraan SBY Cukup Rasional dan Emosional
Jakarta (SIB)- Pengamat politik Yunarto Wijaya menilai pidato kenegaraan terakhir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait Hari Ulang Tahun ke-69 Republik Indonesia merupakan pidato terbaik. Pria yang kerap disapa Toto itu menilai pidato yang disampaikan cukup rasional dan emosional.

"Menurut saya pidato ini cukup rasional dan emosional," kata Yunarto Wijaya dalam program Live Event Pidato Kenegaraan Presiden di Metro TV, Jakarta, Jumat (15/8).

Pidato kenegaraan itu disampaikan SBY di Gedung DPR RI, Jakarta, di hadapan seluruh anggota DPR RI dan para tamu kenegaraan. Toto menilai pidato SBY selama satu jam itu cukup rasional, terlihat dari struktur kalimatnya.

"Rasional, kalau kita lihat dari struktur penyusunan kalimat konten yang diutarakan. Saya pikir agak berbeda karena ada fokus pada kesimpulan. SBY langsung bicara kesimpulan bahwa negara Indonesia yang bisa disebut sebagai middle-income countries (MICs), pertumbuhan kelas menengah tertinggi, dan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Kalau dalam sebuah persentase, pidato ini bisa dikatakan cukup yakin dengan apa yang ingin ditegaskan," ujar Toto.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia ini juga menilai ada hal yang berbeda dari pidato SBY kali ini. Toto menilai presiden yang menjabat selama dua periode itu menyampaikan soal pencapaian negara dalam 10 tahun terakhir.

"Yang agak berbeda, dia (SBY) bicara soal pencapaian bukan setahun atau dua tahun terakhir, tapi 10 tahun terakhir di mana keberhasilan Bangsa Indonesia di abad 21," ujarnya.

Selain itu, data-data yang disampaikan cukup rasional karena tidak hanya berbicara soal klaim pencapaian melainkan pengakuan kelemahan selama kepemimpinannya.

"Di situ juga ada pengakuan seperti kemiskinan yang pernah mengalami peningkatan 2005 pada masa pemerintahan beliau, volume perdagangan, ekspor sekarang sedang menurun, artinya ada pengakuan yang secara proporsional yang ditempatkan," imbuh Toto.

Sedangkan secara emosional, menurut Toto pidato SBY merefleksikan pribadinya. "Yang menarik adalah refleksi pribadi, artinya ini sebuah sajian penutup dari Pak SBY selain bicara klaim, dia menekankan akan terus menjadi bagian dari perjuangan bangsa ini."

"Dan memberikan beberapa poin harapan dan beban buat presiden terpilih yang cukup jujur diutarakan. Mungkin ini adalah pengakuan juga kegagalan beliau dalam melakukan transformasi, masalah sistem yang harus dibangun dan bukan pada figur, ini berkaitan dengan yang ia katakan bahwa demokrasi jangan menjadi elitis. Budaya feodal elitis dan itu terjadi di banyak partai," lanjutnya.

Secara umum, Toto menyampaikan bahwa pidato kenegaraan dalam rangkat HUT RI yang disampaikan SBY ini merupakan pidato terbaik.

"Ini merupakan pidato terbaik beliau dalam konteks pidato kenegaraan 16 Agustus karena beliau secara komunikasi politik sebagai komunikator cukup lepas. Tadi saya lihat berani berekspresi dan lancar tapi kita tidak melihat layaknya seorang dosen saja yang menjadi ciri khas Pak SBY. Pidato selama satu jam tadi tidak membuat kita ngantuklah," kata Toto.(A24/d)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru