Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Wasekjen PDIP: 69 Tahun Merdeka, Kemakmuran Seharusnya Sudah Datang

- Senin, 18 Agustus 2014 11:16 WIB
206 view
Wasekjen PDIP: 69 Tahun Merdeka, Kemakmuran Seharusnya Sudah Datang
Jakarta (SIB)- Indonesia sudah mengalami kemerdekaan selama 69 tahun sejak diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Namun, kemerdekaan dinilai belum membawa Indonesia terbebas dari segala belenggu penjajahan.

"Cita-cita untuk membebaskan rakyat Indonesia dari stelsel yang menghisap, dari tata pergaulan hidup yang menjajah dan memiskinkan rakyat, kini tetap saja dihadapkan pada realitas bangsa terjajah," kata Wasekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta, Minggu (17/8).

Menurut Hasto, saat ini Indonesia dihadapkan pada utang luar negeri menumpuk yang mencapai lebih dari Rp 3.000 triliun. Kemudian, anggaran negara terus saja defisit dan masuk dalam jebakan mata rantai penjajahan ekonomi yang menghisap.

Hasto mengatakan, dalam suasana keterpurukan saat jumlah orang miskin mencapai lebih dari 50% berdasarkan kriteria Bank Dunia, maka gelora perjuangan yang disampaikan oleh BK sesaat menjelang pembacaan teks Proklamasi 17 Agustus 1945 pun terasa kuat memberi semangat.

"Kini tiba saatnya bagi kita untuk berani meletakkan nasib di tangan kita sendiri. Bangsa akan kuat apabila berani meletakkan nasibnya di tangan bangsanya sendiri," tutur Hasto menirukan gelora perjuangan Bung Karno.

"Spirit Proklamasi 17 Agustus seharusnya menjadi dasar semangat perjuangan untuk merdeka agar tidak ada kemiskinan dalam buminya Indonesia Merdeka," imbuhnya.

Deputi Kantor Transisi Jokowi-JK ini kemudian mengungkapkan, terpilihnya Jokowi melalui gerakan perubahan rakyat untuk hidup lebih baik terasakan relevansinya dengan semangat pembebasan sebagaimana menjadi inti peringatan proklamasi saat ini.

Yakni pembebasan dalam perspektif politik, ekonomi, dan gerak kebudayaan untuk menentukan nasib sendiri.

"Inilah yang menjadi skala prioritas Jokowi, menjadikan kekuasaan yang menyelesaikan masalah rakyat," pungkas Hasto. (detikcom/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru