Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Mendagri: Jangan Lupakan Jati Diri Bangsa Santun

- Senin, 18 Agustus 2014 11:19 WIB
197 view
Mendagri: Jangan Lupakan Jati Diri Bangsa Santun
SIB/Antara/Foto/Sahlan Kurniawan
KIRAB BENDERA MERAH PUTIH: Peserta KIRAB membawa bendera berukuran 69 meter x 45 meter persegi dari Istana Gebang menuju makam Proglamator RI Soekrno di Biltar, Jawa Timur, Mingu (17/8), Bendera Merah Putih berukuran raksasa tersebut arak keliling Kota u
Jakara (SIB) - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi memaknai Hari Kemerdekaan dengan mengingatkan kepada seluruh perangkat desa, pemerintahan di tingkat bawah, untuk tidak melupakan jati diri sebagai bangsa yang santun.

“Bangsa kita merdeka dengan cara gotong royong, bahu membahu, tolong menolong; bukannya dengan bertikai dan berkelahi terus menerus. Jadi, jangan menjadi orang lain di daerah kita sendiri,” kata Gamawan di Jakarta, Minggu (17/8).

Mendagri mengatakan kekuatan warga adalah kunci untuk menjadikan sebuah daerah menjadi maju, sehingga para perangkat desa, lurah, dan camat diharapkan dapat menjaga kebersamaan dan kekuatan tersebut untuk membangun desa.

“Bangkitkan nilai-nilai desa yang dulu, supaya kita tidak asing di desa kita. Kita sering melupakan jati diri. Kita ini orang Indonesia (Timur) tetapi bersikap seperti orang Amerika (Barat). Orang-orang Barat itu mulai berpikir bagaimana membangun kebersamaan, kok justru kita meniru mereka yang individual,” jelasnya.

Oleh karena itu, dia berharap dengan adanya Undang-Undang Desa, yang telah disahkan menjadi UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, para pemangku kepentingan dapat maksimal dalam meningkatkan pembangunan masyarakat lokal, khususnya di bidang pendidikan, ekonomi, kesejahteraan dan keamanan.

“Kalau semua kepala desa, lurah, camat dan kepala daerah memberikan perhatian kepada warganya dengan sungguh-sungguh, saya yakin puskesmas, posyandu, sekolah akan dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat,” katanya.

Guna mendukung pembangunan desa, Kementerian Dalam Negeri menggelar perlombaan desa dan kelurahan untuk mendorong para pemangku kepentingan mengembangkan kemampuan sumber daya alam dan manusia di wilayahnya.
Dalam Temu Karya Nasional Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional Tahun 2014, yang digelar di Jakarta sejak Kamis (14/8 hingga Minggu, Mendagri menganugerahi Penghargaan Adikarya Bhakti Praja kepada enam dari 72.000-an desa dan enam dari 8.000-an kelurahan yang ada di Tanah Air.

“Perlombaan desa dan kelurahan adalah upaya pemberdayaan untuk pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada masyarakat. Atas nama Pemerintah Pusat, saya menyampaikan penghargaan yang setulusnya kepada pemangku desa, semoga penghargaan ini dapat dipertahankan sebaik-baiknya,” ujar dia.
(Ant/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru