Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Kenaikan Harga Elpiji 12 Kg Akhirnya Batal

- Senin, 18 Agustus 2014 13:13 WIB
229 view
 Kenaikan Harga Elpiji 12 Kg Akhirnya Batal
SIB/INT
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Harga elpiji nonsubsidi kemasan 12 kilogram dipastikan tak bakal naik pada Agustus ini. Sebab, hingga saat ini, rencana PT Pertamina (Persero) ini tak kunjung direstui izin pemerintah.

"Penundaan kenaikan harga ini sampai ada isyarat dari pemerintah," kata Vice President Domestic Gas Pertamina, Gigih Wahyu Hari Irianto, kepada Tempo, Ahad (17/8).

Menurut Gigih, pada dasarnya kenaikan harga elpiji 12 kilogram yang diminta oleh Perseroan ini hanya mengikuti rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan. Selain itu juga, pada Januari lalu, Pertamina telah mengkonsultasikan dengan pemerintah. "Jadi yang penting bagi kami ini legal karena sudah menjalankan amanah," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan telah menerima pengajuan surat kenaikan harga elpiji ukuran 12 kilogram dari PT Pertamina (Persero). "Ya sudah saya terima, tapi kewenangan itu (kenaikan) di bawah Presiden," ujar dia di kantornya, beberapa waktu lalu.

Menurut Chairul, kebijakan untuk menaikkan harga elpiji 12 kilogram atau tidak, sepenuhnya berada di bawah kewenangan pemerintah. Pertamina, ujar dia, mesti mengajukan terlebih dahulu sebelum diputuskan presiden untuk diberlakukan kenaikan harga. "Belum ada waktu yang tepat (menaikkan), mesti konsultasi dulu ke presiden," ujar dia.

Sebaliknya, juru bicara PT Pertamina (Persero), Ali Mundakir, menyatakan kenaikan harga elpiji ukuran 12 kilogram merupakan hak prerogratif perseroan.

Dengan demikian, rencana kenaikan tersebut tidak perlu meminta restu pemerintah. "Sesuai Permen ESDM, kami hanya melaporkan kepada pemerintah bukan meminta izin," ujarnya di gedung Kementerian Keuangan, Rabu, (13/8).

Menurut Ali, kewenangan kenaikan harga elpiji nonsubsidi mutlak aksi korporasi perusahaan.

 Upaya itu, ujar dia, untuk memangkas kerugian yang diakibatkan rendahnya nilai jual. Hingga semester I 2014, Pertamina mencatat kerugian hingga Rp 2,81 triliun. (Tempo.co/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru