Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Keluarga Yakin PNS Polda Metro Tewas

- Kamis, 21 Agustus 2014 14:32 WIB
294 view
 Keluarga Yakin PNS Polda Metro Tewas
Jakarta  (SIB)- PNS di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Metro Jaya, Pesta Natalina Pian (36) ditemukan tewas di selokan dekat exit toll Jatiwarna, Bekasi pada April lalu dengan sejumlah luka. Keluarga yakin, Pesta tewas dibunuh.

"Kami meyakini itu bukan kecelakaan atau tabrak lari. Itu pembunuhan," ujar kakak ipar korban, Nekson Siregar dalam perbincangan, Selasa (19/8).
Polresta Bekasi, kata Nekson, dalam pemberitahuan terakhirnya kepada pihak keluarga, menyatakan Pesta ditabrak  pengemudi mobil hingga akhirnya terlempar ke selokan yang ada di pinggir exit tol.

"Sampai saat ini juga masih ditangani Satlantas. Namun kami yakin itu bukan peristiwa tabrak lari," ujarnya.

Menurut Nekson, pihak keluarga yang langsung datang ke lokasi kejadian, pada Jumat (25/4) tengah malam, menemukan indikasi-indikasi peristiwa pembunuhan. Indikasi yang menurutnya paling kuat adalah tidak ada ceceran darah di sekitar lokasi kejadian.

Saat itu Pesta yang merupakan Kepala Urusan Administrasi Bidokkes Polda Metro ini tengah jalan kaki dari exit tol Jatiwarna menuju ujung jalan, di mana dia sudah ditunggu adik ipar, Rian Pian. Pesta minta dijemput Rian, karena pada malam itu kerja lembur di Polda Metro Jaya. Dia menumpang mobil salah satu rekan kerjanya dan diturunkan di exit tol.
Namun Pesta tak pernah bertemu dengan Rian. Sang adik ipar yang lebih dari satu jam menunggu akhirnya pulang dan memberi kabar ke suami korban, Raynold Pian.
Raynold, Rian dan Nikson yang semuanya memang tinggal di salah satu perumahan yang ada di Jatiwarna, malam itu langsung mencari di pinggiran exit tol sembari mengontak nomor handphone Pesta. Berkali-kali tak mendapat jawaban, ponsel tersebut akhirnya diangkat. Dan suara di ujung telepon berasal dari petugas kepolisian yang lantas meminta pihak keluarga ke TKP.

"Ketika kami tiba kondisi mayat berada di dalam selokan. Leher dan kepala berada di atas, karena memang selokannya kecil. Tidak muat," ujar Nikson.

"Kami melihat di situ tidak ada ceceran darah. Padahal kalau memang dia ditabrak, maka dia pasti terpental hingga akhirnya bisa di selokan itu. Luka akibat tabrakan itu kan memunculkan darah. Sedangkan yang ini luka berasal dari benda tumpul yang mengenai kepala bagian belakang," sambungnya.

Menurut Nikson, terdapat sejumlah luka di tubuh Pesta. Di antaranya di betis, kepala bagian belakang dam luka biru lebam di bagian pipi kanan.

Nikson pada malam itu juga sempat berbincang dengan salah satu pemilik warung dan beberapa tukang ojek yang mangkal tak jauh dari lokasi kejadian. Mereka kompak menyatakan tidak ada suara kecelakaan.

"Kalau dari jaraknya, seharusnya kalau memang ada kecelakaan, tukang ojek ini pasti dengar," ujar Nikson. Pihak keluarga berharap polisi segera melakukan pengusutan terhadap kasus ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto mengatakan, Pesta merupakan salah seorang panitia seleksi Brigadir Polda Metro Jaya.

"Terdapat luka terbuka di betis kiri, luka memar di paha belakang kaki kiri dan betis kaki kanan. Kaki kanan dan kiri juga patah," ujar Rikwanto.(detikcom/c)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru