Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Pasca Sidang Sengketa Pilpres, Status Pengamanan Diturunkan Jadi Siaga 3

*3 Anggota Polri Tewas Selama Pengamanan Pemilu
- Rabu, 27 Agustus 2014 14:54 WIB
1.286 view
Pasca Sidang Sengketa Pilpres, Status Pengamanan Diturunkan Jadi Siaga 3
Jakarta (SIB)- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mencabut status Siaga 1 pasca pengamanan sidang sengketa Pilpres 2014. Tapi Polri tetap bersiaga dengan menurunkan status pengamanan menjadi Siaga 3.

"Sidang PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan Umum) kemarin kita turunkan (siaga) ke dua kemudian hari ini kita turunkan siaga tiga," kata Kapolri Jenderal Sutarman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (26/8).

Hal itu diungkapkan Kapolri usai memimpin Apel Konsolidasi Pasca Pengamanan PHPU di Lapangan Lalu lintas Polda Metro Jaya, Jakarta, pukul 08.00 WIB tadi.

Meski demikian, Polri tetap mengamankan tahapan lainnya dalam Pemilu 2014 ini. Personil yang dilibatkan dalam Operasi Mantap Brata tetap disiagakan hingga pelantikan sumpah jabatan Presidan dan Wakil Presiden terpilih pada tanggal 20 Oktober 2014 nanti.

"Tahapan pemilu belum selesai karena di daerah-daerah sudah ada pelantikan-pelantikan DPRD Kabupaten dan provnsi dan tanggal 1 September nanti (pelantikan) DPD dan DPD RI, setelah itu ada pelantikan pengambilan sumpah dan janji presiden dan wapres terpilih tanggal 20 Oktober, jadi tahapannya masih berjalan," paparnya.

Kapolri menambahkan, selama tahapan Pemilu belum selesai, pihaknya tetap melakukan pengamanan di objek-objek vital serta VVIP.

"Kekuatan kita masih siapkan, setiap hari kita lakukan pengamanan," ujarnya.

 Berjalan Aman

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengevaluasi pengamanan yang diterapkan selama tahapan Pilpres 2014 berlangsung.

"Seluruh tahapan pemilu kita bisa laksanakan pengamanannya dengan baik, sehingga sidang. PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan Umum) berjalan dengan baik dan kami terapkan beberapa langkah teknis maupun strategis sehingga kami dapat menyampaikan ke seluruh masyarakat, walaupun jalanan sedikit terganggu, ini kita sedang pesta demokrasi," jelas Kapolri .

Apel konsolidasi ini dihadiri pejabat tinggi Polri lainnya seperti Wakapolri Komjen Badrodin Haiti, Kabaharkam Komjen Putut Eko Bayuseno, Kadiv Propam Polri Irjen Syarifudin, Kapolda Metro Jaya Irjen Dwi Priyatno, Kabareskrim Irjen Suhardi Alius serta Pangkostrad dan staf dan Kasdam Jaya. Apel diikuti oleh 3.380 personil TNI dan Polri.

"Apel konsolidasi digelar secara serentak di seluruh Indonesia, ini merupakan tahapan penting dalam sistem manajerial untuk mengevaluasi pengamanan PHPU, sekaligus pemeriksaan pengamanan tahapan Pilpres selanjutnya yaitu pelantikan anggota DPRD, DPD dan DPR dan sumpah janji presiden pada tanggal 20 Oktober nanti," paparnya.

Kapolri mengungkapkan, evaluasi dilakukan untuk penyesuaian dalam pelasanaan pengamanan Pilpres. Dengan demikian, TNI/Polri dapat mengetahui apa yang menjadi keberhasilan serta kendala-kendala yang dilalui selama pengamanan tersebut.

"Dalam setiap tahapan pemilu terdapat kerawanan yang harus dihadapi, dalam konteks ini TNI dan Polri harus tetap solid," imbuhnya.   

3 Anggota Polri Tewas

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mencatat sedikitnya ada 3 anggota di wilayah yang tewas saat melaksanakan tugas negara dalam upaya pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.

"Di daerah ada yang mengawal meninggal 3 orang, itu kawal kotak suara satu (orang) di Papua, 1 di Natuna dan 1 di Jawa. Jadi itu ada 3 yang meninggal," ujar Kapolri Jenderal Sutarman.

Sementara di wilayah Polda Metro Jaya, tercatat ada 2 anggota polisi yang terluka saat mengamankan aksi demo pendukung Prabowo Subianto di Bundaran Patung Kuda, Jakarta, di sela-sela sidang putusan Pilpres 2014 di gedung Mahkamah Konstitusi, Kamis (21/8) lalu.

"Ada dua anggota Polda Metro Jaya yang terluka," ujarnya.

Polri juga mencatat ada sejumlah fasilitas negara yang rusak akibat aksi anarkis massa pendukung Prabowo. Namun pihaknya belum menghitung kerugian materil dalam peristiwa tersebut.

"Kemarin kawat duri diinjak-injak dan dirusak, ada kendaraan kita dilempari pecah (kacanya)," kata Sutarman.(dtc/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru