Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 04 September 2026

Pemprov Riau: Gubernur Bersumpah Tak Lakukan Pelecehan Seksual

- Selasa, 02 September 2014 10:49 WIB
277 view
Pekanbaru (SIB)- Gubernur Riau Annas Maamun (74) membantah tudingan soal pelecehan seksual terhadap wanita berusia 39 tahun. Annas bersumpah dengan Alquran tidak melakukan tudingan tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Biro Humas Pemprov Riau Yoserizal Zen, Senin (1/9). "Saya sudah bertemu dengan gubenur terkait atas dugaan tersebut. Itu semua fitnah. Gubernur bahkan pernah bersumpah di hadapan istrinya bahwa dia tidak melakukan hal itu," kata Yos, panggilan Yoserizal Zen.
Dugaan pelecehan Annas memang sudah sampai ke istrinya. Kabar itu diterima lewat SMS. "Fitnah ini tentunya sangat mengganggu keluarga besar Gubernur," kata Yos.

Saat ini, agar fitnah tidak kembali muncul, menurut Yos, Gubernur Annas sudah meminta tamu perempuan untuk selalu didampingi.

"Jadi ke depan, kalau ada wanita yang ingin bertemu dengan Gubernur, diminta didampingi apakah temannya atau suaminya.

Ini agar tidak menimbulkan fitnah seperti sekarang ini," kata Yos.

Annas dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan berusia 39 tahun.

Menurut keluarga korban, peristiwa pelecehan terjadi di rumah pelaku pada Mei 2014 lalu. Saat itu, korban bertandang untuk menyerahkan proposal seminar dan dibantu uang Rp 10 juta. Sebelum pamit, korban mengaku dilecehkan.

Polri Siap Panggil Saksi-saksi
Mabes Polri membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan oleh Gubernur Riau Annas Maamun (74).

Mereka masih mendalami laporan itu dan bersiap memanggil saksi-saksi.

"Akan kita panggil dan ambil keterangan pelapor dan saksi-saksi," kata Kasubdit III Direktorat Tipidum Bareskrim Mabes Polri Kombes Agung Yudha.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, laporan dilakukan pada tanggal 27 Agustus lalu.

Terlapor diduga melakukan tindakan pelecehan terhadap perempuan berusia 39 tahun saat akan mengurus administrasi seminar. Korban memiliki sekolah dan kenal dengan pejabat setempat.

"Anak saya dipaksa memegang alat vital pelaku," kata ayah korban, ST, Senin (1/9).

Keluarga korban sudah berusaha meminta pelaku minta maaf, tapi tidak ada respons. (detikcom/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru