Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 08 Maret 2026

Nawal Harapkan PKW Suburkan Pengrajin dan Dukung Wisata Danau Toba

Redaksi - Rabu, 21 Oktober 2020 17:14 WIB
664 view
Nawal Harapkan PKW Suburkan Pengrajin dan Dukung Wisata Danau Toba
Humas Sumut / Fahmi Aulia
Ketua Dekranas Provinsi Sumut Nawal Edy Rahmayadi mengikuti Webinar Sinergitas Dekranas dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) dalam Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Destinasi Pariwisata Superprioritas
Medan (SIB)
Sumut dikenal sebagai provinsi yang memiliki keindahan alam, serta kekayaan tradisi dan budaya yang luar biasa. Berbagai potensi tersebut dapat dipromosikan melalui kerajinan tangan (kriya) yang diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai program, seperti Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumut Nawal Edy Rahmayadi usai mengikuti Webinar Sinergitas Dekranas dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) dalam PKW di Destinasi Pariwisata Superprioritas Danau Toba, Selasa (20/10), dari Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Medan.

“Saya sangat bersyukur atas kerja sama Dekranas dengan Kemendikbud RI, khususnya Ditjen Pendidikan Vokasi. Mudah-mudahan melalui PKW ini lahir SDM pengrajin-pengrajin berkualitas yang bisa menghasilkan produk-produk kriya bernuansa Danau Toba, mendukung perekonomian masyarakat dan membantu promosikan keindahan Danau Toba lewat kriya,” ujar Nawal.

“Mudah-mudahan dengan PKW ini juga berdampak menggenjot rasio wirausaha di Indonesia yang saat ini sekitar 3,1% atau sekitar 8,06 juta dari seluruh penduduk Indonesia dan lampaui negara tetangga kita yang rasio wirausahanya sudah 7% di Singapura dan 5% di Malaysia,” tutur Nawal.

Koordinator Program PKW Danau Toba Nita Yudi menyampaikan PKW merupakan program kerja sama antara Kemendikbud RI dengan Dekranasda Sumut untuk memberikan pelatihan kepada siswa SMK, keluarga pra sejahtera dan kelompok putus sekolah. Di Sumut, kata Nita, ada sebanyak 200 orang yang mengikuti pelatihan dengan durasi 32 jam teori, 118 praktik dan 200 jam rintisan usaha di lapangan.

“Peserta mengikuti pelatihan sesuai kurikulum yang telah disusun seperti desain, ilmu kewirausahaan dan pengembangan produk selama sebulan penuh. Targetnya adalah setiap peserta menghasilkan satu produk dan satu merek atau One Man, One Product, One Brand. Produk-produk yang akan dibuat yaitu kaos, aksesoris khas Danau Toba, tempat tisu, ulos, aksesoris ulos, tusuk konde, relif rumah bolon, lukisan palet Danau Toba, mainan kunci, masker, aksesoris HP,” jelas Nita.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut Alpian Hutauruk mewakili Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumut Lasro Marbun yang mengikuti acara langsung dari lokasi kegiatan di SMKN 10 Medan Jalan Teuku Cik Ditiro Medan merasa bersyukur dengan adanya kerja sama Kemendikbud RI dengan Dekranasda Sumut yang turut melibatkan siswa SMK.

Turut hadir mengikuti acara tersebut Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas Endang Budi Karya, Penanggung Jawab Wirausaha Baru Dekranas Wilayah Danau Toba Vero Yudo Margono, Ketua Panitia PKW Danau Toba Roberth Lesbata, mewakili Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI, mewakili lembaga terkait, peserta pengrajin, mewakili Dekranas dan anggota Dekranasda Sumut. (rel/M12/a)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru